SAMN: Jelang PON XX Papua, hentikan perdagangan minuman beralkohol
JUBI.CO.ID | 20/04/2021 09:14
SAMN: Jelang PON XX Papua, hentikan perdagangan minuman beralkohol
Ilustrasi minuman alkohol (pixabay.com)

Jayapura, Jubi – Solidaritas Anti Minuman Beralkohol dan Narkoba Provinsi Papua mendesak pemerintah daerah di Papua melarang peredaran dan penjualan minuman berlakohol di seluruh Papua. Penghentian perdagangan minuman beralkohol itu dinilai penting untuk memberikan kenyamanan kepada tamu Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua pada Oktober mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Solidaritas Anti Minuman Beralkohol dan Narkoba (SAMN) Papua, Anias Lengka kepada Jubi di Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, Senin (19/4/2021). Lengka menyatakan perdagangan minuman beralkohol di Papua tetap marak, padahal tenggat waktu penyelenggaraan PON XX Papua tinggal enam bulan lagi.

“Kami lihat [tidak ada] pengawasan dan pengendalian, minuman beralkohol hingga hingga saat ini masih terlihat bebas [diperdagangkan] seperti biasanya. Di Kota Jayapura, akan digelar [pertandingan dan perlombaan] 16 cabang olahraga. Sebagian atlit tuan rumah sudah menjalani latihan,” kata Lengka.

Ia menyatakan pemerintah daerah di Papua sebaiknya mulai melarang perdagangan minuman beralkohol dengan sosialisasi. Pelarangan perdagangan minuman beralkohol harus sudah efektif berlaku sebelum PON XX Papua dimulai.

Lengka menyatakan masalah yang dianggap sepele dan biasa oleh pemerintah daerah di Papua bisa dianggap masalah besar dan luar biasa oleh para tamu PON. Gangguan kecil bisa berdampak buruk bagi atlet tuan rumah maupun tamu undangan. “Lebih baik pemerintah antisipasi, supaya [pada] hari H tidak memberi kesan buruk,” ujarnya.

Menurut Lengka, kesan buruk bagi tamu PON bisa ditimbulkan gangguan sosial maupun suasana lingkungan lokasi penyelenggaraan PON. Lengka mencontohkan, tamu PON bisa menganggap situasi Papua menyeramkan, karena melihat aparat keamanan berjaga di mana-mana. Padahal, jika perdagangan minuman beralkohol dihentikan, Lengka yakin aparat keamanan yang dibutuhkan akan jauh lebih sedikit.

“Kami siap back-up anggota kami untuk mengawasi peredaran dan penjualan minuman beralkohol di empat klaster yang akan melaksanakan PON. Tuan rumah wajib memberikan rasa aman kepada tamu yang datang dari luar Papua, dan itu menjadi komitmen SAMN Papua,” kata Lengka.

Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua, Yoel Mulait berharap pemerintah daerah setidaknya melokalisir dan mengawasi semua tempat penjualan minuman beralkohol. Mulait berharap pemerintah daerah setidaknya memberlakukan pembatasan jam penjualan minuman beralkohol.

“Ini jelang PON XX Papua. Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2020. Pemandangan yang ada, terkesan orang minum dan jual [minuman beralkohol] di mana-mana. Itu harus dikendalikan dari sekarang. Kalau tidak, bagaimana kemudian [jika] orang datang ikut PON [dan] rasa tidak nyaman?” ujar Mulait beberapa waktu lalu.

jubi.co.id


BERITA TERKAIT