Banyak Pilot Menganggur, BPSDM Papua Disarankan Tidak Buka Beasiswa Penerbangan
JUBI.CO.ID | 10/05/2021 14:45
Banyak Pilot Menganggur, BPSDM Papua Disarankan Tidak Buka Beasiswa Penerbangan
Ilustrasi pilot. Shutterstock

Jayapura, Jubi – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BPSDM Papua, disarankan tidak membuka beasiswa sekolah penerbangan untuk sementara waktu.

Sebab, menurut Ketua komisi bidang pendidikan DPR Papua, Timiles Jikwa hingga kini masih ada sekitar 50 lulusan sekolah pilot asal Papua, belum diberdayakan.

Perwakilan puluhan lulusan sekolah pilot pada 2017 itu, mengadukan nasibnya kepada Komisi V DPR Papua beberapa hari lalu.

“Urus dulu yang sudah lulus ini. Pastikan dulu mereka kerja baru buka penerimaan baru. Jangan seenaknya buka penerimaan, kemudian setelah lulus mereka tidak kerja. Kalau tumpang tindih terus, masalahnya akan makin menumpuk,” kata Timiles Jikwa kepada Jubi, Jumat (7/5/2021).

Menurutnya, mestinya ketila pemerintah menyekolakan orang dengan beasiswa, sudah ada perencanaan mereka akan bekerja di mana setelah lulus.

Katanya, Pemprov Papua sejak awal mestinya membuat nota kesepahaman atau MoU dengan semua maskapai. Dengan begitu, ketika anak Papua yang dibiayai menggunakan dana Otsus lulus sekolah pilot, mereka bisa langsung diberdayakan di setiap maskapai.

“Kalau seperti ini, sama saja kita buang biaya percuma,” ujarnya.

Ia juga berharap, maskapai penerbangan yang beroperasi di Papua, memberikan kesempatan karir kepada lulusan sekolah pilot asal provinsi tertimur Indonesia itu.

“Bagaimana mungkin dapat mengetahui kemampuan puluhan lulusan sekolah pilot itu, jika mereka tidak diberi kesempatan,” ucapnya.

Satu di antara lulusan sekolah pilot asal Papua, Edu Meki berharap pemerintah daerah segera mencari solusi bagi puluhan rekannya yang hingga kini belum bekerja.

Katanya, jangan sampai uang miliaran rupiah yang dikeluarkan pemerintah untuk membiaya sekolah mereka, akhirnya tidak ada hasil.

Edu Meki yang kini berpangkat kapten dan bekerja di Yayasan Tariku Aviation sejak akhir 2018, ingin rekan rekannya mendapat kesempatan yang sama dengan dirinya.

“Saya yakin teman teman sesama lulusan sekolah pilot memiliki kemampuan. Mereka punya sertifikat dan lisensi terbang. Hanya perlu diberi kesempatan,” kata Edu Meki.

Edu Meki berharap, ketika pemerintah daerah membiayai pendidikan anak anak Papua untuk menjadi pilot, sudah memikirkan kemana mereka akan bekerja nantinya.

“Kini ada sekitar 50 lulusan pilot nganggur, sudah berapa puluh miliar dana Otsus yang dikeluarkan membiaya mereka selama sekolah hingga lulus. Namun tidak ada hasilnya setelah lulus,” ucap Edu Meki.

jubi.co.id


BERITA TERKAIT