Dua Kelompok Warga yang Bertikai di Jayawijaya Sepakat Berdamai
JUBI.CO.ID | 12/01/2022 20:03
Dua Kelompok Warga yang Bertikai di Jayawijaya Sepakat Berdamai
Warga suku pedalaman Papua berkumpul untuk mengikuti menampilkan aksi perang-perangan dalam acara Festival Budaya Lembah Baliem ke-24 tahun 2013 di Distrik Wosilimo, Jayawijaya, Papua, (12/8). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Wamena, Jubi – Setelah di awal pekan ini terjalin koordinasi dan komunikasi antara tiga pimpinan daerah, Jayawijaya, Nduga, dan Lanny Jaya bersama unsur TNI/Polri, akhirnya konflik dua kelompok warga yang terjadi pada Sabtu (8/1/2022) – Minggu (9/1/2022) lalu, bersepakat untuk berdamai.

Dalam mendukung upaya perdamaian itu, ketiga bupati memberikan semacam kompensasi khusus bagi keluarga korban meninggal dari pihak keluarga Nduga-Lanny Jaya, dengan total mencapai Rp 2,5 miliar. Setelah menyerahkan kompensasi bagi keluarga korban tersebut, direncanakan Jumat (14/1/2022), akan dilakukan perdamaian dari kedua kelompok warga yang bertikai, yang dihadiri kedua kelompok dan tiga pimpinan daerah yang ada.

Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom mengatakan, dalam upaya mengakhiri konflik ini, pemerintah Jayawijaya, Lanny Jaya dan Nduga bersama unsur TNI dan Polri, serta masyarakat pada prinsipnya menerima perdamaian.

“Tiga pemerintah daerah telah memberikan partisipasi atau sumbangan dana namun bukan untuk bayar kepala/nyawa. Hal ini lebih kepada dasar imbauan ketiga bupati terutama Bupati Nduga sudah diterima oleh masyarakat, sehingga pemda berpartisipasi menyelesaikan perdamaian ini secara utuh dan menyeluruh,” kata Befa usai penyelesaian di Ilekma, Jayawijaya, Rabu (12/1/2022).

Menurutnya dalam ranah budaya, membayar denda atau dengan istilah ‘bayar kepala’ bukanlah ranah pemerintah daerah, di mana hal itu lebih kepada pelaku dan korban, bukan kapasitas pemerintah untuk membayar. “Sebagai pemimpin, meminta masyarakat untuk berdamai dan mereka mendengar. Maka untuk menyelesaikan permasalahan dan secara menyeluruh, kita memberikan semacam kompensasi untuk selesaikan semua masalah ini,” katanya.

“Saya berterima kasih kepada Bupati Nduga dan Jayawijaya serta TNI-Polri yang kerja keras sehingga pada akhirnya rakyat menerima,” tambahnya.

Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua menegaskan jika dalam konflik yang terjadi, beredar isu-isu yang menyebut jika ada seorang korban meninggal karena terkena peluru aparat, dan aparat membiarkan perang terjadi. “Hal itu semua tidak benar, aparat TNI dan Polri sudah berupaya menjaga keamanan dengan baik tanpa kekerasan, kami apresiasi itu. Terima kasih kepada Bupati Lanny Jaya dan Nduga, karena koordinasi dan komunikasi berjalan dengan baik sehingga persoalan ini terselesaikan,” kata Jhon Banua.

Bupati Nduga, Wentius Nimiangge menyampaikan dengan adanya upaya pedamaian dan pembayaran kompensasi ini, seluruh aktivitas masyarakat baik Nduga dan lainnya dapat kembali berjalan dengan baik, termasuk anak-anak yang harus bersekolah. “Berharap konflik tidak terjadi lagi, sehingga semua aktivitas berjalan normal. Terima kasih atas pengorbanan waktu, tenaga dan harta dari Bupati Jayawijaya dan Lanny Jaya, serta semua pihak yang terlibat,” kata Wentius Nimiangge.

Sementara itu, Kapolres Jayawijaya, AKBP Muh. Safei A.B menyebut hingga kini situasi kamtibmas di Jayawijaya kondusif, setelah dua hari konflik dilakukan upaya pendekatan, komunikasi, dan edukasi terhadap dua kelompok.

“Kami sampaikan terima kasih ke tiga pimpinan daerah yang hadir, dengan koordinasi dan komunikasi yang baik ini semua bisa berjalan dengan baik. Tak lupa juga tokoh-tokoh, serta adanya bantuan dukungan dari Polda Papua, sehingga konflik sosial antarkeluarga ini dipercepat perdamaiannya,” kata kapolres.

jubi.co.id


BERITA TERKAIT