Masyarakat Adat Diminta Jangan Jual Tanah
JUBI.CO.ID | 19/09/2022 15:51
Masyarakat Adat Diminta Jangan Jual Tanah
Jembatan Holtekamp, Jayapura, Papua, yang selesai 95 persen pembangunannya, tampak, 11 April 2018. Jembatan ini rencananya mulai bisa dipergunakan pada Juli 2018. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Mathias B Mano, mengajak masyarakat adat agar tidak menjual tanah terutama di sepanjang Pantai Holtekamp, Distrik Muara Tami. “Disewakan saja, sehingga pengelolaan ke depannya bisa juga dimanfaatkan oleh anak cucu untuk meningkatkan perekonomian,” ujar Mathias Mano di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (19/9/2022).

Ia mengatakan, seiring dengan meningkatnya pembangunan di wilayah kota, maka masyarakat berlomba-lomba untuk mencari lahan di wilayah Distrik Muara Tami sebagai tempat tinggal dan juga usaha.

“Kalau sekarang dijual, anak cucu hanya jadi penonton. Ini jangan sampai terjadi kepada mereka dan bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat adat,” ujarnya.

Masyarakat saat ini banyak yang menjual tanahnya, sehingga perlu dilakukan penguatan dalam pengolahan sumber daya alam melalui pelatihan kepariwisataan.

Selain itu, Mathias Mano meminta masyarakat agar terus memperkaya ilmu pengetahuan dalam pengelolaan wisata pantai agar tanah yang dimiliki bermanfaat bagi keluarga.

“Pelatihan, pendampingan hingga penerima bantuan selalu kami alokasikan agar masyarakat adat semakin paham dalam mengelola sumber daya alam salah satunya pantai,” ujarnya.

Mathias Mano berharap agar warga tidak membangun fasilitas permanen di bibir pantai agar tidak menyebabkan abrasi, yang nanti berdampak kepada orang banyak.

“Mari jaga kelestarian lingkungan kita sehingga alam menjaga kita. Butuh kerja sama dari semua masyarakat sehingga kita bisa hidup dengan tenang, aman, dan nyaman khususnya saat berwisata di pantai,” ujarnya.


BERITA TERKAIT