Legislator Papua Buka Sekolah Politik Perempuan di Merauke
JUBI.CO.ID | 22/09/2022 19:00
Legislator Papua Buka Sekolah Politik Perempuan di Merauke

Merauke, Jubi – Sekretaris Komisi V DPR Papua, Fauzun Nihayah membuka sekolah politik perempuan di Kabupaten Merauke. Sekolah nonformal tersebut bertujuan menggodok kaum perempuan di kawasan selatan Papua agar berani tampil dalam kancah perpolitikan dan sektor lainnya, seperti menjadi aktivis dan praktisi.

Fauzun Nihayah kepada wartawan di Merauke, Kamis (22/9/2022), mengatakan sekolah politik tersebut didirikan untuk mendidik sekaligus membentuk karakter kaum perempuan di kawasan selatan untuk menjadi pribadi yang hebat, berani bersuara dan berani tampil di tengah masyarakat.

Di sekolah tersebut, kata Fauzun, peserta tidak hanya semata belajar perpolitikan. Namun juga belajar soal gender, perempuan dan kepemimpinan, perempuan dan hukum serta pengetahuan umum lainnya.

“Sebagai pendiri, saya berharap banyak perempuan selatan yang hebat-hebat muncul. Kita ingin perempuan ke depannya juga lebih maju, mampu berkompetisi. Tidak hanya pada lingkup politik, tapi di sektor lainnya juga,” kata Fauzun usai membuka dan memberikan kuliah umum sekolah politik perempuan di Merauke.

Dia mengatakan sekolah tersebut baru didirikan dan mulai beroperasional tahun ini. Peserta angkatan pertama sebanyak 50 orang dan sebagian besar orang asli Papua. Mereka dari berbagai distrik di Kabupaten Merauke. Ada juga yang berasal dari kabupaten tetangga di kawasan selatan, seperti Boven Digul.

“Secara teknis sekolah ini akan berlangsung selama satu tahun. Setiap bulan pertemuan kita lakukan dengan beberapa materi yang memang dibutuhkan oleh perempuan seperti soal gender, perempuan dan kepemimpinan, perempuan dan hukum, perempuan dan politik dan sebagainya,” ujar dia.

Fauzun menambahkan, pemberi materi (pengajar) sekolah perempuan politik melibatkan unsur-unsur lain, seperti akademisi dan praktisi. Pola belajar dan mengajar akan dilakukan secara luring maupun daring.

“Outputnya kita pingin bagaimana perempuan itu menjadi lebih berani. Apakah dia mau mengambil pilihan menjadi politisi atau menjadi praktisi praktisi yang lain, itulah yang kita harapkan dari sekolah ini. Intinya bagaimana kita bisa mencetak perempuan-perempuan unggul di kawasan selatan,” pungkasnya.

Sementara anggota DPR RI dari Papua Sulaeman L Hamzah saat membuka sekolah politik perempuan di Merauke, mengatakan ada tiga hal positif yang diperoleh peserta selama mengikuti pendidikan nonformal di sekolah tersebut.

Politisi NasDem ini menyebut tiga hal positif meliputi kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

“Ketiga hal ini yang membawa kita jadi generasi emas di Anim Ha. Tiga hal ini yang meningkatkan SDM kita ,” ujar Sulaeman.

Melalui sekolah tersebut, kecerdasan intelektual yang melekat pada tiap individu lebih ditempa. Begitupun dengan kecerdasaan emosional dan spiritual, semakin matang.

“Sekolah ini hadir untuk membantu meningkatkan SDM anak muda Papua, di selatan khususnya,” tutupnya.

 

**


BERITA TERKAIT