Kampanye Campak Rubella di Papua Menyasar 1 Juta Anak
JUBI.CO.ID | 06/06/2018 14:00
Kampanye Campak Rubella di Papua Menyasar 1 Juta Anak
Sosialisasi kampanye Campak dan Rubella fase II lintas sektor tingkat provinsi tahun 2018 yang di ikuti oleh instansi pemerintah, lembaga, akademisi, LSM, lintas agama dan NGO - Jubi/Agus Pabika

Jayapura, Jubi - Imunisasi rutin masih menjadi permasalahan di Papua. Cakupan imunisasi dasar lengkap masih belum mencapai target nasional dan tidak mencapai batas 80 persen pada hampir sebagian kabupaten. Bahkan pada kabupaten dengan angka cakupan imunisasi rutin yang tinggi, tingkat Universal Child Immunization (UCI) juga masih di bawah 80 persen.

 Hal tersebut di katakan dr. Aloysius Giyai usai membuka kegiatan pertemuan lintas sektor dalam sosialisasi kampanye Campak dan Rubella fase II provinsi Papua di hotel Grand Abe, Selasa, (5/6/2018) di Jayapura, Papua.

Kata Aloysius, salah satu penyebabnya adalah sulitnya akses untuk komunitas mendapatkan layanan atau rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan itu sendiri. Selain karena kendala geografis, ketersediaan sumber daya tenaga kesehatan terlatih dan logistik (kelengkapan cold-chain, vaksin, serta logistik lain) juga mempengaruhi angka cakupan ini. 

"Kampanye Campak Rubella di Papua menyasar kurang lebih satu juta anak usia sembilan bulan sampai kurang dari 15 tahun. Sasaran yang harus dicapai untuk mendapatkan kekebalan komunitas adalah di atas 95 persen,” ujarnya. 

Aloysius juga menambahkan untuk dapat menyukseskan kampanye ini, Kementerian Kesehatan telah merekomendasikan untuk membentuk kelompok kerja yang akan secara khusus berkoordinasi untuk memastikan kegiatan kampanye Campak Rubella ini terencana dengan baik, diimplementasikan baik dan mencapai target nasional. 

Sementara itu Ani Rumbiak staf khusus gubernur Papua bidang kemasyarakatan dan SDM dalam sambutanya mewakili gubernur Papua mengatakan, masih ada masalah terhadap anak-anak di Papua yang harus diatasi terutama dalam melakukan imunisasi Campak dan Rubella secara nasional yang selama ini tidak berjalan maksimal di tiap daerah.

"Banyak desa belum terlindungi dengan imunisasi ini secara menyeluruh karena sulitnya akses layanan kesehatan terkendala pada masalah geografis, tenaga petugas kesehatan dan logistik. Terkadang menjadi kendala juga orang tua tidak membawa anak untuk ikut imunisasi dan ini tantangan kita agar ke depan semua dapat di imunisasi," ujarnya. 

Ia juga berharap dapat mencapai target nasional dengan menggandeng seluruh sektor kesehatan untuk sukseskan kampanye Campak dan Rubella untuk selamatkan generasi emas Papua. (*)


BERITA TERKAIT