Pasangan Muda di Jayapura Diwajibkan Menanam 10 Pohon Sagu
JUBI.CO.ID | 04/07/2018 12:00
Pasangan Muda di Jayapura Diwajibkan Menanam 10 Pohon Sagu
Salah satu jenis pohon sagu yang dilestarikan masyarakat Kampung Kwadeware - Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – Menindaklanjuti rekomendasi sejumlah penggiat sagu yang telah disampaikan pada 21 Juni 2018 lalu yang bertepatan dengan Festival Sagu ke-2 di Kampung Kwadeware Distrik Waibhu, Pemerintah Kabupaten Jayapura akan menyiapkan 10.000 hektar lahan sagu di sejumlah tempat di daerah ini.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap pangan lokal seperti sagu, pisang, dan umbi-umbian harus ada gerakan bersama untuk melakukan aksi penanaman serta pelestarian yang berkesinambungan.

“Dari sejumlah rekomendasi yang disampaikan oleh para penggiat sagu dan lingkungan hidup maka sangat penting untuk menyiapkan lahan dan juga bibit yang baik untuk ditanam. Dinas bersangkutan sudah harus memulainya bersama masyarakat,” kata Bupati Awoitauw melalui pesan singkatnya, di Sentani, Selasa (3/7/2018).

Baca juga: KPU Papua: Tunggu perolehan suara yang kami sampaikan

Dikatakan, ribuan hektar yang disiapkan ini gerakannya sudah mulai berjalan sejak beberapa waktu lalu, dimulai dari Sentani Timur, dengan pencanangan bagi pasangan muda yang akan berumah tangga diwajibkan menanam sepuluh pohon sagu.

“Untuk lahan penanaman sagu di daerah ini masih sangat luas. Gerakan ini harus dilaksanakan secara rutin oleh masyarakat. Tidak hanya pasangan muda yang ingin berumahtangga saja, karena saat ini kita sudah harus memberikan perhatian khusus bagi hutan sagu,” katanya.

Penggiat sagu di daerah ini, Marshall Suebu, mengaku sangat memberikan apresiasi yang tinggi bagi pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua akan menyiapkan anggaran untuk pengelolaan dan pelestarian sagu dengan pilot project di Kabupaten Jayapura.

“Ribuan hektar lahan sagu akan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura. Dengan demikian ketika dua hal ini berjalan dengan baik maka ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat terpenuhi,” jelasnya.

Berikut lima rekomendasi yang di sampaikan dari hasil Fokus Grup Diskusi (FGD) pada 20 Juni 2018 di lahan CPA Hirosi Sentani : (1). 21 Juni sebagai Hari Sagu Papua dan Nasional. (2). Membantu kelompok masyarakat yang perduli terhadap hutan sagu dengan kebijakan pemerintah. (3). Membantu riset dan penelitian sagu yang berdampak kepada ketahanan pangan lokal. (4). Memberikan reward kepada masayrakat atau lembaga yang perduli terhadap pelestarian hutan sagu. (5). Meningkatkan ekonomi dan kesejahateraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya pangan lokal. (*)

TABLOIDJUBI.COM


BERITA TERKAIT