81 Peserta Unjuk Rasa Kemerdekaan West Papua Ditangkap Polres Jayapura
JUBI.CO.ID | 04/09/2018 16:10
81 Peserta Unjuk Rasa Kemerdekaan West Papua Ditangkap Polres Jayapura
Massa aksi ULMWP yang ditahan di Polres Kabupaten Jayapura di Doyo, Sentani - IST

Jayapura, Jubi – Sebanyak 36 peserta aksi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang berkumpul di halaman kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura turut ditangkap pada Senin siang ( 4/9/2018) . Menyusul penangkapan 45 orang di titik kumpul post 7, Sentani, pada pagi tadi . Total 81 orang yang ditangkap.

"36 orang sudah dibawa ke Polres Jayapura Kota,"ungkap Krido Dogopia, Sekretaris Komite Aksi ULMWP kepada jurnalis Jubi, Selasa (4/09/2018) di Halaman USTJ.

Penangkapan itu terjadi sekitar pukul 11:15 menit Waktu Papua (WP) . Massa aksi berkumpul dan mulai melakukan orasi secara bergantian di halaman kampus. Usai itu, kata dia, pengunjuk rasa itu hendak membacakan siap politik dan membubarkan diri.

"Tetapi, polisi langsung masuk, giring (pendemo) ke dalam mobil tanpa negosiasi dengan koordinator aksi di situ,"ungkap dia.

"Dong tidak kasih alasan, (mobil unit) Dalmas langsung masuk, parkir depan massa aksi,polisi tarik massa aksi, disuruh naik ke mobil Dalmas,"sambungnya.

Menurutnya, penangkapan itu terjadi agak tidak manusiawi. Karena, tidak ada proses negosiasi sama sekali. Polisi paksa massa naik ke mobil Dalmas.

"Yantus Elopere itu ditarik paksa naik ke mobil. Ada juga yang dipukul dengan rotan,"ungkap dia.

Kapolresta Jayapura, AKBP Gustav Urbinas yang diminta konfirmasi terkait penangkapan itu, belum memberi respon hingga berita ini diturunkan.

Tapi konfirmasi datang dari Kapolres Kabupaten Jayapura, AKBP Victor Makbon. Dia membenarkan soal penangkapan di Sentani itu. Katanya, tindakan polisi itu untuk mengamankan dan pesertanya hanya dimintai keterangan.

"Setelah memberikan pengarahan, siang ini dipulangkan,"ungkap Makbon.

Kata dia, pengamamanan itu dilakukan karena aksi unjuk rasa itu tidak mengantungi izin. “Izinnya ditolak karena tidak memenuhi syarat,"ungkap dia.

Sebelumnya, Komite Aksi ULMWP menyatakan bakal menggelar aksi mobilisasi massa rakyat West Papua, doa bersama seluruh rakyat di seluruh Tanah Papua Pada 4 September 2018.

"Apapun bentuknya, kami akan dan mengimbau rakyat menggelar aksi, pertemuan tertutup, terbuka, seminar dan doa"ungkap Boy Daby, Jenderal Lapangan ULMWP kepada Jurnalis Jubi di Kantor Dewan Adat Papua di Expo, Waena, Kota Jayapura, Papua.

Aksi itu mengusung tiga agenda. Pertama, mendukung Republik Vanuatu, negara-negara koalisi Pasifik, membawa isu soal West Papua ke pertemuan Pasific Island Forum (PIF) yang berlangsung di Nauru, 1-9 September 2018

Kedua, rakyat Papua akan mendoakan para pemimpin negara-negara Pasifik agar membahas draft resolusi penentuan nasib sendiri yang diajukan Vanuatu, untuk dibahas dalam pertemuan itu . Sehingga, kepentingan kemanusiaan, penderitaan rakyat Papua menjadi perhatian dunia dalam kerangka menciptakan perdamaian dunia.

Kata dia, agenda ketiga, desakan kepada pemerintah Indonesia untuk mengakui hak rakyat Papua menentukan nasib sendiri. Rakyat Papua lepas secara politik bagian dari Republik Indonesia. (*)

TABLOIDJUBI.COM


BERITA TERKAIT