Pemilik Ulayat Ancam Duduki Bandara Mopah Merauke Saat HUT TNI
JUBI.CO.ID | 18/09/2018 08:30
Pemilik Ulayat Ancam Duduki Bandara Mopah Merauke Saat HUT TNI
Masyarakat Marind-Buti, pemilik tanah Bandara Mopah - Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Masyarakat Marind-Buti, pemilik ulayat tanah Bandara Mopah Merauke, mengancam akan menduduki area bandara tersebut saat peringatan HUT TNI, 5 Oktober mendatang.

“Kami sudah siap dengan segala resiko yang terjadi, karena pasti berhadapan dengan aparat keamanan dan penegak hukum. Namun apa yang dilakukan pemilik ulayat, sangat jelas karena yang diinginkan dan diharapkan tak kunjung direalisasikan pemerintah sampai sekarang,” kata tokoh masyarakat Marind-Buti, H. Waros Gebze, kepada Jubi, Senin (17/09/2018).

Dikatakan, langkah menduduki Bandara Mopah saat perngatan HUT TNI, agar Presiden RI, Joko Widodo, juga mengetahui kalau belum ada penyelesaian pembayaran tanah seluas 60 hektar  oleh pemerintah.

BACA JUGA: Hingga September, penerimaa KPP Jayapura baru capai 38,74 persen  

 

“Ini bukan ancaman, tetapi kami akan mendatangkan ribuan massa. Ini kami lakukan karena usaha dan perjuangan masyarakat pemilik ulayat tak direspon positif,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Hendrikus Hengky Ndiken.

BACA JUGA: BPBD: Waspadai cuaca ekstrem di Papua Barat

“Memang betul telah ada kesepakatan pemilik ulayat untuk duduki bandara nanti,” ungkapnya.

“Ya, sudah pasti bahwa masyarakat Marind-Buti akan berhadapan dengan aparat keamanan. Namun, telah menjadi komitmen dan akan dibuktikan selama belum ada penyelesaian ganti rugi,” kata Hengky menambahkan.  (*)

TABLOIDJUBI.COM


BERITA TERKAIT