Ada Permainan Judi Ketangkasan di Pameran Pembangunan Ruteng
FLORESPOST.CO | 30/08/2019 19:24
Ada Permainan Judi Ketangkasan di Pameran Pembangunan Ruteng
Salah satu stand yang diabadikan Florespost.co, dilokasi saat pameran pembagunan di Ruteng. (Foto/Yuga Yuliana

FLORESPOST.co, Ruteng – Pihak Polres Manggarai diduga melegalkan jenis judi ketangkasan dalam pameran pembagunan di Lapangan Motang Rua, Kabupaten Manggarai. Akibatnya, pro dan kontra pun datang dari penyedia berbagai wahana hiburan ditempat itu.

Pro dan kontra itu berawal dari ijin yang diberikan oleh polres Manggarai yang dianggap beda perlakuan, antara penyewa stan uji ketangkasan antara satu dan yang lain.

Kepada Florespost.co, salah satu penyewa yang tidak mau menyebutkan namanya ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemberian ijin oleh pihak kepolisian Manggarai.

“Tentu sangat kecewa dengan perlakuan ini, Polres Manggarai mengijinkan membuka stand uji ketangkasan berbagai permainan, uji ketangkasan seperti lempar gelang, tutup bundar, pancing botol dan lempar bola. Sedangkan disis lain Polres Manggarai tidak mengijinkan kami untuk buka stan lempar paser atau lempar bulu ayam pada benda bergerak dan roulette, karena permainan yang saya buka dianggap perjudian,” jelasnya kepada media ini, sembari meminta untuk tidak menuliskan namanya, Rabu (28/8/2019).

Dia melanjutkan bahwa permainan yang dibukanyatersebut sama dengan permainan yang lain, yakni uji ketangkasan tetapi bukan judi.

“Apa yang dibuka oleh teman yang lain, sama dengan kami, tidak ada bedanya. Kalau kami punya dianggap judi berarti stand yang lainnya juga dianggap judi,” katanya.

Pantauan Florespost.co, saat sedang berlangsung nya berbagai permainan ketangkasan di lokasi, seperti lempar gelang, tutup bundar, pancing botol dan lempar bola ramai dikunjungi masyarakat termasuk anak-anak.

Menjawabi keluhan ini, Kasat Intel polres Manggarai, Iptu Mahfud, kepada Florespost.co, mengatakan, bahwa beberapa permainan uji Ketangkasan yang ada di arena Pameran Pembangunan yang diijinkan Polres Manggarai hanya merupakan Uji ketangkasan tetapi bukan judi.

“Seperti lempar gelang dan tutup bundar sedangkan lempar pusar atau lempar bulu ayam pada benda tidak bergerak dan roulette merupakan judi,” jelas Kasat Intel.

Lempar gelang dan tutup bulat terang Iptu Mahfud, bukan merupakan judi, tetapi masuk dalam katagori uji ketangkasan. Karena jelasnya, permainan itu butuh kemahiran dari pelaku untuk memenangkan hadiah.

“Kalau roullete dan lempar pusar atau lempar bulu ayam pada benda bergerak itu judi, karena permainan mesin,” jelasnya.

Mengutip Pasal 303 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi: “Yang disebut permainan judi adalah tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya.”

Dari ketentuan KUHP tersebut dapat kita lihat bahwa dalam permainan judi, terdapat unsur keuntungan (untung) yang bergantung pada peruntungan (untung-untungan) atau kemahiran/kepintaran pemain. Selain itu, dalam permainan judi juga melibatkan adanya pertaruhan.

Pasal 1 UU 7/1974 menyatakan semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan.Lebih jauh dan rinci mengenai permainan judi yang dilarang dapat kita temui dalam Penjelasan Pasal 1 ayat (1) PP 9/1981 yang meliputi salah satunya yakni, Perjudian di tempat-tempat keramaian, antara lain terdiri dari perjudian seperti Lempar paser atau bulu ayam pada papan atau sasaran yang tidak bergerak;Lempar Gelang; Lempar Uang (Coin), Pancingan; Menembak sasaran yang tidak berputar; Lempar bola.

Sebelumnya, pada hari kedua pameran, pihak polres Manggarai memberhentikan aktifitas disalah satu stand pameran lempar Paser atau bulu ayam karena dianggap  sebagai judi.

Disisi lain, sejumlah masyarakat menganggap, bahwa polres Manggarai melegalkan perjudian dilokasi pameran berkedok judi itu, sangat merusak moral anak-anak dan pelajar dari SD sampai SMA. Para pelajar ini pun turut serta beradu dalam judi ketangkasan, karena tergiur dengan hadiah yang ditawarkan.

FLORESPOST.CO

 


BERITA TERKAIT