Pasca Peristiwa Gereja St Lidwina, FKUB Sikka NTT Gelar Rapat Koordinasi
FLORESPOST.CO | 14/02/2018 10:57
Pasca Peristiwa Gereja St Lidwina, FKUB Sikka NTT Gelar Rapat Koordinasi
TNI, Polisi dan FKUB di Sikka menggelar rapat koodinasi terkait hubungan antar agama di Indonesia (Foto: Dion/Florespost)

FLORESPOST.co, Maumere –  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sikka, NTT pada Selasa (13/2) menggelar rapat koordinasi menyikapi sejumlah isu hubungan antar agama di Indonesia, pasca peristiwa penyerangan di salah satu gereja di Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2) lalu.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Polres Sikka ini dipimpin Komdan Pangakalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Maumere, Kolonel Marinir Sumantri dan Kapolres Sikka, AKBP Rickson P.M Situmorang, SIK, Kolonel Marinir Sumantri berharap kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Sikka yang selama ini telah terjalin dapat terus terjaga dan terpelihara. Ia juga berharap agar umat biasa hidup tentram dan menjalankan ibadahnya masing-masing dengan khusyuk.

Selain itu, masing-masing umat beragama dapat saling bekerjasama menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Sikka. "Kasus yang terjadi di sleman Yogyakarta supaya jangan sampai terjadi di wilayah Kabupaten Sikka",harapnya.

Ketua FKUB Kabupaten Sikka, Romo Edwal Sedu, Pr menyampaikan apresiasi kepada Polres Sikka yang sudah lebih dulu melakukan rapat koordinasi untuk menciptakan situasi yang aman di kabupaten Sikka. “Kami para tokoh agama di Kabupaten  Sikk, dengan ini menyatakan sikap mengutuk terhadap perbuatan penganiayaan bahkan sampai menghilangkan nyawa para tokoh agama yang terjadi di beberapa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,”ujarnya.

Ketua Pembina Agama Budha Kabupaten Sikka, Stevanus Lengkong berharap ada kerjasama antara pemeluk agama di Kabupaten Sikka. “Kami agama Budha menggagap bahwa semua yang ada di sekitar adalah saudara-saudara kita semua,”ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua MUI Kabupaten Sikka H. Zaenal Haq mengutuk pelaku penyerangan gereja di Slemen, Yogyakarta. “Kami mengharap agar pelaku di proses hukum dan kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib,”ujarnya. Ia juga berharap agar antara pemeluk agama di Indonesia saling menghormati sebagai sesame ciptaan Tuhan. "Kita umat Islam sangat membenci terhadap kekerasaan",ungkapnya.

Reporter : Dion | Editor : PTT


BERITA TERKAIT