Seorang Suami di Sragen Eksploitasi Istri dan 3 Anaknya yang Masih Kecil Mengemis dari Pagi hingga Sore
JOGLOSEMARNEWS.COM | 26/02/2020 09:00
Seorang Suami di Sragen Eksploitasi Istri dan 3 Anaknya yang Masih Kecil Mengemis dari Pagi hingga Sore
Penampakan wanita paruh baya asal Gemolong dan anaknya yang masih kecil yang diduga jadi korban eksploitasi dipaksa suaminya mengemis. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisah miris mencuat di Gemolong, Sragen. Seorang ibu paruh baya dilaporkan dipaksa oleh suaminya untuk mengemis bersama tiga anaknya yang masih kecil-kecil.

Wanita paruh baya yang berdomisili di Gemolong itu, dilaporkan tiap hari diantar jemput dan sengaja dipaksa meminta-minta bersama anak-anaknya di wilayah Gemolong.

Fakta itu terungkap dari laporan yang masuk ke Dinas Satpol PP Sragen, Senin 24 Februari 2020. Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Heru Martono mengatakan pihaknya memang menerima laporan dugaan eksploitasi seorang ibu paruh baya yang dipekerjakan sebagai pengemis oleh suaminya di wilayah Gemolong.

“Laporannya dari warga, baru saja masuk. Memang benar ibu itu sengaja dikaryakan oleh suaminya sendiri untuk mengemis. Dia mengemis sambil membawa tiga anaknya yang masih kecil. Ini sedang kami telusuri,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin 24 Februarai 2020.

Dari hasil penelusuran, wanita paruh baya itu diketahui berasal dari Gemolong. Dari laporan warga yang memberi informasi, wanita itu tiap hari diantar oleh suaminya dan dipaksa mengemis di sekitar Pasar Gemolong dan di depan Toserba Lestari Baru.

“Informasinya kalau pagi dia diantar. Kalau sore dijemput suaminya. Sudah setengah tua. Tadi kami sudah koordinasi dengan Muspika dan Trantib Gemolong agar segera dievakuasi,” terang Heru.

Ia mengatakan wanita paruh baya dan anaknya itu harus diselamatkan. Sebab tindakan suami yang memaksa mengemis itu merupakan bentuk eksploitasi yang tidak bisa dibenarkan. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT