26 Ribu Warga Jateng di Jabodetabek Akan Dikirim Paket Sembako dari Pemprov
JOGLOSEMARNEWS.COM | 12/05/2020 09:00
26 Ribu Warga Jateng di Jabodetabek Akan Dikirim Paket Sembako dari Pemprov

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta semua pihak yang ingin membantu warga Jateng di Jabodetabek agar berkoordinasi dengan Pemprov Jateng maupun Badan Penghubung Jateng yang ada di Jakarta.

Sehingga, bantuan yang terkumpul dapat terdistribusikan dengan baik dan merata.

“Kawan-kawan dari Jateng, siapapun yang akan memberikan bantuan, tolong komunikasikan dengan perwakilan kami di sana (Badan Penghubung Jateng) agar diketahui siapa yang sudah dapat siapa yang belum. Ini supaya bisa merata, jangan sampai ada yang dapat dobel sementara lainnya belum dapat,” kata Ganjar seusai meninjau penerapan Jogo Tonggo di Kelurahan Jomblang Candisari Kota Semarang, Minggu (10/5/2020) sore.

Ganjar mengatakan, dia mendapat laporan beberapa instansi, komunitas dan lembaga sudah terlebih dahulu memberikan bantuan.

Warga Desa Winong Kebumen pun sudah mengirimkan bantuan ke perantau di Jakarta.

“Bupati Batang juga menyampaikan sudah mengirim, lalu ada alumni SMAN 1 Tegal yang mengirimkan bantuan serupa. Memang ini sporadis, maka kami minta dijadikan satu agar bisa tepat sasaran,” imbaunya.

Pemprov Jateng pun telah menggandeng PT Pos Indonesia untuk mengirimkan bantuan kepada warga di DKI Jakarta yang tidak bisa pulang. Ganjar menargetkan minggu ini bantuan untuk warga Jateng di Jabodetabek bisa dikirimkan.

“Ini sekarang kami sedang menyiapkan dengan PT Pos. Saya minta cepat, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa dikirim ke sana. Tinggal hitungan teknis dan pembiayaannya (biaya pengiriman),” kata Ganjar.

Bantuan yang akan dikirimkan ke Jabodetabek berupa sembako. Bantuan itu akan dibagikan kepada 26.000 orang warga Jateng yang telah mendaftar dan terverifikasi.

“Hasil verifikasi kami terakhir sekitar 26.000 (orang) dari sekitar 60.000 (orang) lebih data yang masuk ke kami. Sisanya sudah pulang kampung. Namun kami minta ini tidak ditutup dulu datanya karena masih banyak yang ingin menyumbang,” jelasnya.

Disinggung sampai kapan akan menanggung warganya yang ada di Jakarta maupun Bodetabek, Ganjar mengatakan belum bisa memastikan.

“Kita belum tahu sampai kapan, tapi minimal secepatnya yang ada itu dibantu dulu. Mereka yang tidak ter-cover bantuan bisa selamat dulu setidaknya sebulan ke depan dia aman,” tutupnya. Edward

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT