Pasien Positif Covid-19 di RSUD Moewardi Solo Meninggal Setelah Hasil Tes Swab Negatif
JOGLOSEMARNEWS.COM | 26/05/2020 11:20
Pasien Positif Covid-19 di RSUD Moewardi Solo Meninggal Setelah Hasil Tes Swab Negatif
Keluarga dan warga saat berziarah seusai pemakaman warga Sribit, Sidoharjo, yang sempat positif covid-19 dan berhasil sembuh namun kemudian meninggal dunia, Jumat (22/5/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar duka kembali menghampiri Sragen. Satu pasien positif covid-19 asal Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, meninggal dunia.

Ironisnya, saat meninggal dunia, yang bersangkutan dinyatakan hasil swabnya sudah negatif. Almarhum berjuang selama 24 hari sejak positif 28 April lalu dan berhasil sembuh sebelum kemudian mengembuskan nafas terakhirnya.

Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 45 tahun itu meninggal dunia, Jumat (22/5/2020) siang. Pria yang berprofesi sebagai sopir di sebuah pabrik di wilayah Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar itu meninggal saat menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi Solo.

“Iya benar. Pasien asal Sribit, Sidoharjo meninggal dunia. Tapi sebenarnya sudah dinyatakan sembuh dan hasil swab negatif,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kaupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, Sabtu (23/5/2020).

Ia menguraikan saat meninggal, almarhum sudah dipindahkan ke bangsal dan tidak lagi di ruang isolasi.

Kadus di Sribit, Ketut Sujarwo membenarkan meninggalnya salah satu warganya itu. Almarhum sudah dimakamkan Jumat (22/5/2020) pukul 13.00 WIB.

Meski sudah dinyatakan sembuh dan swab negatif, pemakaman tetap dilakukan dengan protokol covid-19.

“Pemakaman sudah dilakukan selesai pukul 13.00 WIB. Dilakukan tetap dengan protokol covid-19. Tapi memang benar, almarhum sebenarnya sudah dinyatakan sembuh dan hasil swab negatif,” terangnya.

A dinyatakan positif dari hasil tes swab yang keluar pada Selasa (28/4/2020). Ia dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo setelah 3 hari sebelumnya sempat dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

“Sempat 3 hari di RSUD Sragen lalu ada gejala mengarah covid-19 sehingga dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. Yang bersangkutan diketahui punya riwayat penyakit penyerta stroke dan kambuhan,” ujar Kades Sribit, Sutaryo beberapa waktu lalu.

Setiap hari, yang bersangkutan bekerja pergi pulang Sragen-Karanganyar. Namun pasien itu tidak masuk kategori pelaku perjalanan (PP).

Yang bersangkutan juga diketahui sudah sering keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan akibat penyakitnya itu. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT