Ganjar Kecam Bupati Brebes Gelar Gowes Massal dan Organ Tunggal, Diminta Perbanyak Tes Massal
JOGLOSEMARNEWS.COM | 13/07/2020 10:20
Ganjar Kecam Bupati Brebes Gelar Gowes Massal dan Organ Tunggal, Diminta Perbanyak Tes Massal
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Humas Pemprov Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegur secara langsung Bupati Brebes Idza Priyanti yang nekad menggelar acara gowes massal tanpa memperhatikan protokol kesehatan di masa pendemi corona.

Bupati Brebes Idza Priyanti menghadiri acara gowes massal yang digelar di Kecamatan Tonjong, pada Minggu 12 Juli 2020. Ribuan orang yang ikut acara tersebut tak memperhatikan physical distancing serta protokol kesehatan. Dalam acara tersebut disertai dengan hiburan dangdut dan orgen tunggal.

Tampak banyak warga yang tidak menjaga jarak. Dari foto dan video yang beredar, banyak masyarakat yang tidak memakai masker. Jarak antara warga juga tidak mengindahkan protokol kesehatan karena berkerumun.

Bahkan, dalam kesempatan itu, Idza ikut bernyanyi di panggung hiburan. Di depan panggung, banyak warga yang berjoget mengikuti irama musik dan lagu dangdut berjudul Kereta Malam yang dibawakan bupati.

Dengan tegas, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyesalkan kejadian dan mengecam acara gowes massal yang dihadiri Bupati Brebes tersebut. Ganjar mengaku langsung menegur Bupati dan wakil Bupati Brebes melalui pesan singkat Whatsapp.

Ganjar meminta Bupati Brebes untuk tidak menggelar acara massal dulu. Sebab, kondisi yang terjadi hari ini masih fluktuatif.

“Ini kan di Jawa masih berkembang (covid-19). Hampir semua titik, di Jateng, Jabar, Jatim dan DIY juga masih terjadi. Maka ayo kita punya sense soal itu,” ucap Ganjar seperti keterangan resmi yang diterima, Minggu (12/7/2020) petang.

Lebih lanjut, Ganjar meminta Bupati Brebes menghentikan semua acara-acara yang menimbulkan kerumunan massa dan memerintahkan Bupati Brebes memperbanyak aktivitas pengecekan massal, baik rapid tes massal atau PCR.

“Testing-testing massal ini sebenarnya aktivitas yang didorong. Saya minta coba lakukan tes massif dulu di seluruh wilayah Brebes agar mengetahui petanya seperti apa. Menurut saya itu jauh lebih baik,” tegasnya.

Apabila Brebes sudah melakukan tes massif seperti Kota Semarang misalnya, maka akan diketahui bagaimana kondisinya. Apakah merah, kuning atau hijau.

“Dengan cara itu, maka kita bisa mengetahui kondisi sebenarnya. Kalau mau ada event, ya dipilih mana yang hijau, kecamatan mana, desa mana, yang boleh ikut siapa, protokol kesehatannya seperti apa. Untuk mengetahui mana-mana daerah merah, kuning hijau itu hanya bisa ketahuan kalau sudah dilakukan tes massal,” tutupnya. Satria Utama

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT