Sejumlah Kejanggalan yang Menguak Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo
JOGLOSEMARNEWS.COM | 24/08/2020 10:00
Sejumlah Kejanggalan yang Menguak Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo
Rumah milik korban di Desa Duwet, Baki, Sukoharjo. Foto: Joglosemarnews/ Prabowo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Baki Sukoharjo digegerkan dengan penemuan satu keluarga asal Dukuh Slemben RT 01/RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo yang tewas mengenaskan, Jumat (21/08/20) malam.

Satu keluarga Suranto yang terdiri dari suami, istri, dan dua anak itu ditemukan tak bernyawa di rumah mereka. Diduga sudah meninggal dunia beberapa hari.

Menurut sejumlah warga, sebelum kejadian, ada beberapa keanehan seperti munculnya bau busuk dari arah rumah korban.

Dari bau itu kemudian menuntun warga untum berinisiatif mendobrak pintu dan kemudian menemukan keempatnya dalam kondisi mengenaskan.

Keanehan lainnya, warga sekitar lokasi mencurigai sejak Rabu (19/8/2020), rumah korban dalam kondisi tertutup. Tidak ada aktivitas dan tak satupun keluarga itu menampakkan diri.

Lurah Duwet, Suparno saat ditemui di lokasi kejadian menjelaskan, penemuan mayat satu keluarga itu bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau busuk dari dalam rumah.

Dirinya dan sejumlah warga lantas mendobrak pintu untuk mengecek dan ditemukan empat orang yang sudah tak bernyawa.

“Saya tidak sempat masuk lebih dalam karena baunya sudah menyengat. Setelah itu kami melaporkan kejadian itu ke polisi,” kata Suparno.

Tak perlu waktu lama, polisi berhasil meringkus pelaku pembunuhan. Satu pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan Suranto, sang istri Sri Handayani, serta dua anaknya RA dan DN ditangkap selang tiga jam setelah kasus itu terungkap.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan, pelaku teridentifikasi sebagai driver atau sopir korban dan sudah diamankan.

Berbekal identifikasi, olah tempat kejadian perkara dan keterangan para saksi, jajaran Polres Sukoharjo akhirnya dapat menangkap pelaku pembunuhan.

“Pelaku teridentifikasi adalah sopir korban (Suranto). Secara detailnya akan dijelaskan Kapolres Sukoharjo,” kata Ahmad Luthfi, Sabtu (21/08/20).

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT