Kasus Covid-19 di Jawa Tengah Melonjak, Ganjar Pranowo: Seram, Tinggi Sekali
JOGLOSEMARNEWS.COM | 19/11/2020 14:10
Kasus Covid-19 di Jawa Tengah Melonjak, Ganjar Pranowo: Seram, Tinggi Sekali
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Agraria & Tata Ruang/Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan (belakang kaos putih), bersepeda di kawasan bebas kendaraan Dago, Bandung, Jawa Barat, bersama Walikota Ridwan Kamil, 6 September 2015. TEMPO/Prima Mulia

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambah 520 tempat tidur dan 104 ICU sebagai langkah penanganan kasus COVID-19 di Jawa Tengah.

Gubernur Jateng Ganjar Prabowo menyebu penambahan itu diperkirakan rampung satu hingga dua minggu kedepan.

“Kita buat arisan ICU satu sampai dua minggu ke depan. Di masing-masing rumah sakit dua ICU jadi ada sekitar 104 ICU. Untuk tempat tidur ada penambahan 520 tempat tidur,” ujarnya usai Rakor penanganan percepatan COVID-19 di Jawa Tengah di ruang rapat lantai kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (17/11/2020) lalu.

Ganjar pun mengakui apabila kasus COVID-19 di Jawa Tengah mengalami lonjakan beberapa hari terakhir. Tercatat pada minggu ke-44 terdapat tambahan 2319 kasus. Kemudian minggu ke-45 naik 3.903 kasus dan minggu ke-46 menjadi 3.646 kasus.

“Tinggi sekali, seram. Itu karena ada data delay, juga hasil tesnya makin bagus. Jadi kalau banyak tes, bisa juga banyak tambahan,” ujar dia seperti keterangan resmi yang diterima.

Selain itu, lanjut Ganjar, pihaknya akan melakukan antisipasi kegiatan hingga akhir tahun.

Ia meminta pemerintah kabupaten/kota mendata dan melaporkan semua agenda kegiatan. Menurutnya, dengan mendata dan melaporkan agenda kegiatan akan lebih mudah untuk mengantisipasi.

“Kita menyiapkan skenario karena mau akhir tahun. Ada yang banyak merayakan kegiatan keagamaan seperti maulid nabi, natal dan juga malam tahun baru. Kita semua minta seluruh kabupaten/kota untuk mendata dan melaporkan agenda kegiatan, biar kita bisa antisipasi,” terangnya.

Ganjar juga meminta program Jogo Tonggo untuk bisa diaktifkan secara optimal lantaran tingginya kasus COVID-19 di klaster keluarga.

“Jogo Tonggo kembali diaktifkan, kita minta bantuan PKK, Posyandu dan kades kita minta untuk berjalan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menyampaikan bahwa sampai saat ini okupansi rumah sakit masih tergolong aman.

Namun, pihaknya akan melakukan penambahan tempat tidur isolasi dan ICU.

“Fluktuatif naik-turun per hari, sampai saat ini masih aman. Tapi sesuai arahan Pak Gubernur tadi, kita akan menambah ICU maupun tempat isolasi.

Memang belum mengkhawatirkan tapi itu (penambahan) penting,” tuturnya.

Penambahan tempat tidur isolasi dan ICU tersebut, lanjutnya, beserta dengan peralatan yang dibutuhkan.

“Dari pertemuan dengan Direktur rumah sakit milik pemerintab daerah ada 52 itu sepakat ada penambahan. Itu juga dengan alatnya seperti ventilator dan lainnya,” tandasnya. Kahlil Tama

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT