Untuk Pertama Kali UMS Menggelar Prosesi Wisuda di Edutorium Pada Masa Pandemi Covid-19
JOGLOSEMARNEWS.COM | 19/11/2020 15:40
Untuk Pertama Kali UMS Menggelar Prosesi Wisuda di Edutorium Pada Masa Pandemi Covid-19
Persiapan pelaksanaan wisuda UMS di Edutorium. Foto: JSNews

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM –Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali akan menggelar wisuda bagi lulusannya setelah lama vacum lantaran ada wabah Corona. Hal ini tentu menjadi kabar yang membahagiakan bagi para calon wisudawan. Pasalnya hampir satu tahun sejak adanya Covid-19 belum sekalipun prosesi tersebut digelar di Kampus UMS.

Kali ini, UMS akan melangsungkan wisuda secara luring (langsung) dan daring (online) selama dua hari yakni Jumat-Sabtu (20-21/11/2020) di Edutorium UMS. Untuk menerapkan protokol kesehatan, maka pelaksanaan wisuda akan menyesuaikan ketentuan daya tampung sesuai ketentuan.

Menurut Ketua Panitia Wisuda, Dr. Triyono, M.Si mengatakan rencana digelarnya kembali seremonial wisuda secara luring karena banyaknya antusias mahasiswa yang menghendaki wisuda. “Memang benar ini merupakan wisuda pertama yang akan digelar di tahun 2020 semenjak adanya Pandemi Covid-19. Untuk menampung keinginan para mahasiswa yang ingin diwisuda. Tapi kita juga tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Padahal seharusnya kata Triyono, wisuda kali ini sudah memasuki periode 1 tahun ajaran 2020/2021, sehingga ada 2 periode yakni periode 3 dan 4 tahun ajaran 2019/2020 yang belum dilakukan wisuda. “Total wisuda kali ini berarti 3 periode sekaligus,” kata dia.

Sampai dengan saat ini semenjak dibukanya konfirmasi wisuda pada Senin (2/11/20), jumlah pendaftar wisuda sudah mencapai 2.367 pendaftar yang akan dibagi menjadi 2.181 wisudawan secara luring dan 286 wisudawan mengikuti secara daring. Jumlah itu akan dibagi menjadi empat kloter di mana masing-masing kloter sekitar 500 wisudawan.

“Itu artinya protokol kesehatan harus betul-betul dilakukan agar semuanya berjalan dengan lancar. Semua wisudawan harus menyerahkan hasil rapid test. Begitu pula semua petugas juga dilakukan rapid test. Protokol kesehatan salah satu prasyaratnya harus rapid test dari daerahnya masing-masing dengjan validitasnya 3 hari sebelum pelaksanaan. Kemudian buktinya dibawa ke ruang wisuda dan akan diberi ganti Rp 100.000,” sambungnya.

Format pelaksanaan wisuda juga dipersingkat maksimal 2 jam. “Yang jelas setiap sesi (hari) itu sekitar 500 orang dengan durasi waktu maksimal 1,5-2 jam. Kami juga sudah membagi per slot tiap sesinya,” jelas Triyono (A Syahirul).

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT