15 Kecelakaan Maut di Sragen dalam Waktu 3 Bulan Merenggut Nyawa 18 Orang, dari Pelajar hingga Politikus
JOGLOSEMARNEWS.COM | 02/12/2020 14:30
15 Kecelakaan Maut di Sragen dalam Waktu 3 Bulan Merenggut Nyawa 18 Orang, dari Pelajar hingga Politikus
Kondisi kendaraan dan korban tewas dalam rentetan kecelakaan maut di Sragen dalam beberapa waktu terakhir. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jalanan di wilayah Sragen kembali menjadi sorotan. Seperti istilah loss doll, rentetan kasus kecelakaan maut terjadi secara beruntun dalam beberapa waktu terakhir.

Tercatat ada 15 kecelakaan maut terjadi hanya dalam kurun 3 bulan terakhir. Tak tanggung-tanggung, 18 nyawa melayang dalam tempo 3 bulan.

Ironisnya, dari 18 korban meninggal, mayoritas berprofesi sebagai pelajar, kepala sekolah, tenaga honorer, dosen hingga anggota DPRD serta pimpinan DPRD maupun ketua partai.

Berdasarkan catatan JOGLOSEMARNEWS.COM , kecelakaan paling tragis terjadi di jalan tol Sragen-Solo wilayah Masaran pada 3 Oktober lalu. Tiga orang tewas seketika seusai mobil sedan calon pengantin menggasak truk dari belakang.

Kemudian masih di jalur tol, ada dua anggota DPRD Kabupaten Malang, Hariyanto dan Hari Sasongko serta Wakil Ketua DPRD Pekalongan, Nunung Sugiantoro yang turut menjadi korban keganasan jalur tol.

Ketuganya meninggal dalam kecelakaan maut pada 20 Oktober dan 13 November 2020. Mengapa jalur Sragen belakangan menjadi begitu ganas hingga banyak terjadi kecelakaan nan merenggut korban nyawa?

Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Ilham Syafriantoro Sakti melalui Kanit Laka Ipda Irwan Marvianto mengatakan salah satu faktor pemicunya adalah perilaku berkendara yang kurang berhati-hati.

Hal itu ditunjukkan dari banyaknya kasus kecelakaan akibat menabrak kendaraan di depannya, hingga kecelakaan maut akibat pengendara gagal mendahului kendaraan di depannya.

“Faktor terbesar adalah kekuranghati-hatian dari pengendara. Beberapa kasus kecelakaan bermula dari hendak mendahului, tapi kurang memperhatikan situasi arus dari lawan arah. Ini kan berarti memang kurang hati-hati,” paparnya Selasa (1/12/2020).

Sementara, untuk kecelakaan maut di jalur tol, mayoritas dipicu oleh human error atau faktor pengemudi. Beberapa kasus kecelakaan maut di tol dalam waktu terakhir hampir semuanya diawali dari mengantuk dan kelelahan sehingga kehilangan konsentrasi.

“Imbauan kami, senantiasa berhati-hati dalam berkendara. Kalau ingin mendahului, pastikan jalur dan arus lawan arah sepi. Kemudian untuk jalur tol, jaga kondisi dan jangan dipaksakan kalau kondisi badan lelah atau mengantuk. Sebab Sragen memang menjadi titik lelah perjalanan baik dari arah timur maupun barat,” tandas Irwan. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT