Ditawari Ritual Mengaktifkan Jin Qodam, 7 Remaja Pria di Wonogiri Jadi Korban Pencabulan
JOGLOSEMARNEWS.COM | 12/01/2021 16:20
Ditawari Ritual Mengaktifkan Jin Qodam, 7 Remaja Pria di Wonogiri Jadi Korban Pencabulan
Tersangka dukun C4bul (kiri) saat diinterogasi Kapolres (kanan) dan Kasatreskrim (tengah). JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi dukun diduga cabul berhasil dibongkar Satreskrim Polres Wonogiri. Tersangka menjalankan aksinya dengan berkedok praktek paranormal.

Korban sementara ada tujuh orang. Semuanya remaja pria yang sebagian besar pelajar berusia antara 16-17 tahun. Korban merupakan warga Kecamatan Jatipurno Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Christan Tobing didampingi Kasatreskrim Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang mengatakan, tersangka adalah Pardi (43), warga Ngadipiro, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri. Tersangka belum berkeluarga.

“Tempat kejadian diduga di rumah tersangka di Ngadipiro, Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri. Para korban ada yang sampai diajak berhubungan badan sesama jenis,” kata Kapolres dalam pers rilis di Mapolres Wonogiri, Selasa (12/1/2021).

Menurut Kapolres ada tujuh korban sementara ini. Namun demikian pihaknya masih melakukan pengembangan, mengingat kejadian diperkirakan antara Oktober hingga Desember 2020. Sementara tersangka melayani jasa paranormal sudah lebih dari 10 tahun.

“Kasus ini terungkap karena pihak keluarga korban ada yang melapor. Setelah kami tangani ternyata ada tujuh korban. Tapi kami imbau kepada masyarakat jika ada yang merasa menjadi korban agar segera melapor,” beber dia.

Saat ini tersangka si predator anak ini sudah diamankan di Mapolres Wonogiri. Sejumlah barang bukti seperti pakaian para korban ikut diamankan. Untuk korban mendapatkan pendampingan dari unit PPA Polres Wonogiri.

Modus operandi, tersangka menyampaikan kepada para korban bahwa mereka mempunyai potensi yang bagus di masa depan. Akan tetapi hal tersebut bisa terjadi apabila auranya sudah dibuka dan tersangka mengaktifkan lagi jin qodam alias pendamping yang ada di masing masing para korban.

“Jadi tersangka membuat seolah olah yang tersangka lakukan kepada para korban (mencabuli) adalah cara atau ritual untuk membuka aura dan juga mengaktifkan jin qodam agar kedepan nasib para korban menjadi baik dan lakunya (tingkah laku dan nasib dalam kehidupan) menjadi lebih baik, hidup di masyarakat juga menjadi terhormat,” ujar dia.

Hasil pemeriksaan saksi-saksi dan juga tersangka dapat disimpulkan, ujar dia, bahwa tersangka telah memenuhi unsur dalam Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia No 17 Tahun 2016 perubahan kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 292 KUHPidana.

Ancamannya pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Aria

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT