Bukan Mensos, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo Ternyata Ditawari Kursi Wakil Menteri PUPR
JOGLOSEMARNEWS.COM | 28/01/2021 09:00
Bukan Mensos, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo Ternyata Ditawari Kursi Wakil Menteri PUPR
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pengakuan mengejutkan datang dari Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Sempat diisukan bakal menjabat Menteri Sosial menjelang reshuffle kabinet Desember 2020 lalu, ternyata Hadi Rudyatmo mengaku ditawari jabatan Wakil Menteri PUPR atau Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Hadi Rudyatmo yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 17 Februari 2021 mendatang itu mengatakan tawaran sebagai Wakil menteri PUPR tersebut disampaikan oleh sejumlah utusan yang membawa pesan langsung dari Presiden Jokowi.

Rudy menceritakan kronologi ketika dirinya mendapat tawaran sebagai Wamen PUPR. Ada beberapa utusan yang menghubungi dia sambil membawa pesan langsung dari Presiden Joko Widodo

“Sudah dihubungi, di WA (whattsap), bahkan ada yang datang ke sini," katanya saat menemui sejumlah pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta saat beraudensi di rumah dinas Walikota Solo, Loji Gandrung, Rabu (27/1/2021).

Bahkan Rudy mengatakan dirinya sudah diminta datang ke Jakarta untuk pelantikan tanggal 23 Desember 2020 lalu. "Sambil membawa baju resmi untuk pelantikan tanggal 23 Desember kemarin bareng Mas Sandiaga," katanya sambil menyebut nama Sandiaga yang kini menjabat Menteri Pariwisata.

Rudy menyebut beberapa nama yang menghubungi dan mendatanginya. Nama yang disebut Rudy tersebut adalah orang kepercayaan Jokowi di Kabinet Indonesia Maju serta orang terdekat Jokowi.

Untuk menunjukkan kebenaran kabar tersebut, Rudy juga menunjukkan sejumlah WA dari utusan tersebut kepada JOGLOSEMARNEWS.COM untuk dibaca. Saat membaca tersebut, JOGLOSEMARNEWS.COM memang mendapati adanya tawaran jabatan tersebut serta permintaan datang ke Jakarta untuk keperluan pelantikan dengan membawa baju pelantikan.

Ditambahkan Rudy, rencananya dia akan ikut dilantik sebagai Wakil Menteri PUPR pada tanggal 23 Desemer lalu berbarengan dengan Sandiaga Uno dan menteri baru lainnya.

Tapi rupanya, tawaran itu tidak membuat Rudy larut dengan jabatan. Ketika ditanya lebih jauh mengapa nekat menolak tawaran jabatan dari Presiden Jokowi sementara banyak orang justu berebut, Rudy beralasan bahwa dirinya tidak ingin dianggap gila jabatan.

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT