Camat Pracimantoro Wonogiri Keruk Tanah Cari Mulut 3 Luweng untuk Atasi Masalah Banjir
JOGLOSEMARNEWS.COM | 19/02/2021 14:10
Camat Pracimantoro Wonogiri Keruk Tanah Cari Mulut 3 Luweng untuk Atasi Masalah Banjir
Pencarian keberadaan mulut luweng di Pracimantoro Wonogiri dengan bantuan alat berat bantuan Anggota DPRD Wonogiri Urin Tri Hartono. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM —Genangan banjir di Kecamatan Pracimantoro Wonogiri diakibatkan mulut luweng atau saluran gua bawah tanah yang tersumbat. Ada yang diketahui keberadaan mulut namun ada pula yang hilang tertutup tanah.

Nah saat ini tim relawan dan warga di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri berupaya mencari hilangnya sejumlah mulut luweng. Sekaligus berupaya mengembalikan fungsi asli luweng.

Menurut Camat Pracimantoro Warsito, hal itu dilakukan sebagai salah satu solusi mengatasi banjir yang melanda. Proses pencarian dan normalisasi luweng dibantu dengan menggunakan alat berat.

Luweng, karena tersumbat atau tertimbun tumpukan daun kering bercampur tanah dan bahkan ada yang sengaja ditutup lalu dijadikan pemukiman. Sehingga ketika ada air hujan yang seharusnya masuk ke dalan luweng itu menjadi meluap ke permukiman karena tersumbat.

Menurutnya, relawan di wilayahnya berupaya melakukan pencarian sejumlah titik mulut luweng di beberapa desa.

“Ada tiga mulut luweng yang tengah kami cari. Satu di Desa Petirsari, dua di Desa Joho. Yang di Petirsari itu hilangnya sudah sekitar 15 tahun. Maka kami coba mencari mulut luweng dengan cara dikeruk,” kata dia, Rabu (3/2/2021).

Proses pencarian akan dilakukan secara bertahap. Apabila satu tempat sudah ditemukan, maka akan pindah ke tempat lain untuk melakukan pengerukan. Pencarian mulut luweng kali pertama dilakukan di Dusun Dompol, Desa Petirsari. Selanjutnya dua luweng di Joho.

“Di Dompol itu sudah dikeruk sampai kedalaman lima meter belum terlihat mulut luwengnya. Hari ini proses pengerukan menggunakan alat berat masih dilakukan. Semoga cepat ketemu, sehingga saat turun hujan airnya bisa masuk,” beber dia.

Camat mengatakan, setelah mulut luweng di tiga lokasi ditemukan, pihaknya akan membuat pembuangan air hujan di Dusun Ngaluran, Desa Sumberagung. Karena kawasan itu termasuk langganan banjir.

“Kalau di Ngaluran itu solusinya ya harus dibikinkan saluran pembuangan air. Nanti kita anggarkan untuk dibuat saluran pembuangan air, menuju mulut luweng yang ada di sisi selatan pemukiman warga,” jelas dia

Upaya mengembalikan fungsi luweng, imbuh Warsito, teramat berat. Sebab kondisi mulut luweng sudah tertimbun daun kering bercampur tanah. Sebelumnya mendatangkan alat berat, pihaknya terpaksa menggunakan alat seadannya, yakni menggunakan kayu yang lalu dimasukkan kedalam mulut luweng.

Kini dengan bantuan ekskavator yang ujungnya dikaitkan erat dengan kayu berukuran besar lalu dimasukkan ke dalam lubang yang diyakini merupakan lokasi mulut luweng. Kemudian kayu itu dihentakkan masuk ke dalam tanah. Aria

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT