Amplop Bansos Rp 300.000 untuk PKL Karanganyar Kini Polos, Tak Lagi Ada Nama Bupati dan Istri
JOGLOSEMARNEWS.COM | 23/07/2021 15:17
Amplop Bansos Rp 300.000 untuk PKL Karanganyar Kini Polos, Tak Lagi Ada Nama Bupati dan Istri
Ribuan warga pelaku UMKM Karanganyar saat antri berjubel di depan kantor Disdagnakerkop, Rabu (19/8/2020). Foto/Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Usai menjadi sorotan karena amplopnya ditumpangi nama istri Bupati, sisa bantuan sosial (Bansos) untuk PKL yang disalurkan melalui Disdagnakerkop langsung diganti.

Pada pembagian untuk 50 PKL yang tertunda dan baru diambil Kamis (22/7/2021), bantuan sebesar Rp 300.000 itu sudah diamplopi polos tanpa ada embel-embel nama bupati dan istri lagi.

Pantauan di lapangan, 50 PKL itu mengambil uang bansos tunai di kantor Disdagnakerkop UKM pada Kamis pagi (22/7/2021). Mereka baru mengambil karena sebelumnya jadwal mereka mengambil pada Senin (19/7/2021) belum bisa dipenuhi.

Sehingga akhirnya pengambilan dijadwal ulang dan dilaksanakan Kamis (19/7/2021). Salah satu penerima bansos, Luhur Pambudi mengatakan dirinya mengambil amplop berisi uang bansos tunai.

Di amplop itu tidak ada tulisan apapun alias amplop polos.

“Saya sudah sebulan ini enggak kerja. Terima kasih pemerintah sudah beri uang. Buat menyambung hidup,” kata pria penjual ayam bakar sekaligus juru parkir di Taman Pancasila Karanganyar ini.

Sebelumnya kasus dugaan pencatutan bantuan sosial untuk PKL dari dana Baznas namun diamplopi bertulis bupati dan istri itu ramai menuai sorotan.

Tak kurang dari 840 PKL terdampak PPKM Darurat mendapatkan bantuan masing-masing Rp 300.000.

Saat diterima para pedagang, amplop berisi bantuan tunai tersebut bertuliskan nama Bupati Karanganyar Juliyatmono, serta istri bupati yang juga anggota DPRD Karanganyar Siti Khomsiyah.

Sedangkan anggaran bansos tunai tersebut, berasal dari anggaran Baznas Karanganyar.

Selain tulisan nama bupati dan istri, hanya tertera keterangan alamat dan kantor bupati di sisi kiri kanan amplop. Baznas sebagai pemberi bantuan anggaran, justru tidak disebutkan dalam amplop berwarna putih tersebut.

“Iya sumbernya dari Baznas. Totalnya Rp 300 juta. Memang ada pos untuk penanggulangan bencana, karena Baznas juga diinstruksikan supaya kita tanggap terhadap bencana ini,” ujar Ketua Baznas Karanganyar, Sugiyarso, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (21/7/2021).

Sugiyarso menjelaskan dana bantuan tersebut memang dicairkan usai Baznas berkoordinasi dengan Pemkab Karanganyar.

Meski begitu, pihaknya mengaku tidak tahu menahu terkait pencantuman nama istri bupati dalam amplop bantuan tunai tersebut.

“Saya belum ngecek. Saya belum tahu. Kalau Pak Bupati, beliau kan memang ketua Penanggulangan Covid-19. Yang penting perjanjiannya dari Baznas, kalau menyerahkan kan orang lain boleh menyerahkan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Disdagnarkerkop dan UKM Karanganyar, Martadi mengakui soal amplop bertuliskan nama bupati dan istri tersebut.

Pihaknya mengaku keliru dan sudah mengganti amplop yang digunakan untuk membagikan bansos tunai tersebut.

“Saya akui saya kurang mengontrol. Saya tidak mengontrol sejauh itu. Saya terimakasih sudah diingatkan,” ujarnya.

Ia menguraikan sewaktu pembagian bansos Senin (19/7/2021) kemarin, begitu tahu tentang amplop tersebut dirinya mengaku langsung mengentikan.

“Saya ganti. Jadi tidak semua dapat amplop (bertuliskan nama bupati dan istri) tersebut,” imbuhnya.

joglosemarnews.com


BERITA TERKAIT