Mayoritas Difabel di Boyolali Lebih Suka Kerja Mandiri
JOGLOSEMARNEWS.COM | 04/12/2021 08:13
Mayoritas Difabel di Boyolali Lebih Suka Kerja Mandiri

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski mendapat kesempatan, namun jumlah difabel yang bekerja di perusahaan di wilayah Boyolali masih minim.

Terhitung, dari jumlah 6.969 difabel, yang bekerja di perusahaan hanya 120 orang saja.

Menurut Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali, Mudzakir, ada perusahaan tekstil yang menyediakan lowongan sebesar 1 persen dari total karyawan sebanyak 23.000.

Sehingga, sebenarnya ada 230 lowongan bagi teman-teman disabilitas yang dibuka. Namun, baru terisi 120 alias baru sekitar 0,5 persennya.

“Teman disabilitas cenderung lebih ingin mandiri. Padahal banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan khusus penyandakan disabilitas,” katanya di sela Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Pendapa Ageng, Jumat (3/12/2021).

Senada, Kepala Dinsos Boyolali, Ahmad Gozali mengakui teman difabel telah diwadahi melalui Forum Komunikasi Disabilitas Boyolali (FKDB).

Mereka juga dilibatkan dalam kegiatan berbagai OPD, termasuk dalam pendataan untuk bantuan Covid-19.

“Juga dibekali dengan berbagai pelatihan kewirausahaan baik yang difasilitasi Pemkab, Kemensos dan lainnya. Setiap pelatihan mereka pasti dibekali dengan bantuan alat untuk kegiatan wirausahawan nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Boyolali, M. Said Hidayat mengatakan salah satu bentuk pemberdayaan teman difabel dilakukan pemkab dengan menggandeng perusahaan. Yakni melalui pendanaan corporate social responsibility (CSR).

Selain keterbukaan lowongan pekerjaan, pelatihan soft skill dan hardskill juga dilakukan untuk teman difabel.

Selain itu, Pemkab Boyolali juga menyediakan ruko bagi teman difabel untuk mempromosikan produknya.

“Salah satunya, menyediakan ruko khusus di Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB). Diharapkan upaya ini mampu meningkatkan kesejahteraan teman difabel,” ujar dia.

joglosemarnews.com


BERITA TERKAIT