Antisipasi Kerumunan Malam Tahun Baru, Dishub Sragen akan Padamkan 150 Titik Penerangan Jalan Utama
JOGLOSEMARNEWS.COM | 30/12/2021 10:52
Antisipasi Kerumunan Malam Tahun Baru, Dishub Sragen akan Padamkan 150 Titik Penerangan Jalan Utama
Ilustrasi Listrik dan PLN. Getty Images

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perayaan malam tahun baru di Sragen Kota dipastikan akan berlangsung gelap-gelapan.

Pasalnya Pemkab melalui Dinas Perhubungan akan menempuh kebijakan pemadaman semua titik penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan protokol.

Pemadaman akan dilakukan selama empat hari mulai besok malam tanggal 30 Desember sampai 2 Januari 2022. Kebijakan itu ditempuh untuk meminimalisir potensi kerumunan dan mencegah adanya perayaan pada malam tahun baru nanti.

Kepala Dishub Kabupaten Sragen, Catur Sarjanto mengatakan pemadaman akan diberlakukan untuk semua lampu PJU di sepanjang jalan raya Sukowati mulai dari batas kota Beloran sampai Terminal lama.

Total ada 150 titik PJU di jalur itu yang akan dipadamkan mulai besok malam. Pemadaman akan dilaksanakan mulai pukul 20.00 WIB sampai jam 05.00 WIB selama empat hari berturut-turut.

Menurutnya, pemadaman itu dilaksanakan mendasarkan Instruksi Bupati (Inbup) No 360/596/038/2021 yang di dalamnya salah satunya memerintahkan peniadaan perayaan atau event perayaan tahun baru.

Kebijakan itu juga menindaklanjuti Instruksi Mendagri tentang PPKM level 2 yang salah satunya juga menekankan pencegahan potensi kerumunan dan meniadakan perayaan tahun baru.

“Jadi mulai tanggal 30 Desember malam, semua lampu PJU di jalur utama kota akan dipadamkan. Nanti sampai tanggal 2 Januari. Pertimbangannya untuk mengantisipasi dan mencegah kerumunan perayaan malam tahun baru,” paparnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (29/12/2021).

Selain lampu PJU di jalan raya, pemadaman juga akan dilakukan terhadap lampu yang ada di Alun-alun dan Taman Krido Anggo.

Dua lokasi yang sebelumnya selalu menjadi pusat perayaan malam tahun baru di Sragen itu juga akan ditutup dari segala aktivitas selama 4 malam ke depan.

Namun pemadaman hanya berlaku pada lampu PJU, alun-alun dan taman Krido Anggo. Sedangkan lampu di hunian dan pertokoan di sepanjang jalan raya masih tetap menyala.

“Mengapa kami berlakukan mulai tanggal 30 Desember, itu sekaligus sosialisasi ke masyarakat. Kita juga sosialisasikan melalui flayer dan medsos. Nanti bersama Forkompida, kita juga akan patroli pada malam tahun baru untuk mengantisipasi kerumunan,” terangnya.

Terkait rencana penutupan atau penyekatan jalur kota pada malam tahun baru, Catur menyampaikan sejauh ini hal itu belum masuk pertimbangan.

Untuk sementara, opsi yang dilakukan baru pemadaman PJU dan penutupan alun-alun serta taman kota.

Akan tetapi jika pada hari H malam tahun baru nanti terjadi peningkatan aliran warga yang tetap nekat masuk ke kota, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penutupan jalur ke kota.

“Nanti kita lihat perkembangan, ketika situasi masih landai belum mengkhawatirkan, harapan kita nggak sampai ada penutupan. Tapi ketika masyarakat masih nekat dan terjadi peningkatan ke kota ya bisa kita tutup. Kalau ditutup nanti mulai dari Beloran sampai terminal Lama,” jelasnya.

Catur mengimbau masyarakat untuk menaati imbauan pemerintah untuk tidak melakukan perayaan malam tahun baru. Disarankan untuk perayaan dilakukan di rumah saja.

Hal itu dikarenakan situasi saat ini masih masa pandemi sehingga diharapkan menghindari kerumunan untuk mencegah potensi penyebaran virus Covid-19.

joglosemarnews.com


BERITA TERKAIT