Taman Satwa Taru Jurug Ditutup Sementara Selama Proses Revitalisasi
JOGLOSEMARNEWS.COM | 02/09/2022 15:11
Taman Satwa Taru Jurug Ditutup Sementara Selama Proses Revitalisasi
Petugas tengah memberi pakan satwa di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Selasa 2 Juni 2020. Meski di masa sulit karena tidak ada pengunjung sebab PSBB, TSI tetap merawat satwa-satwanya. TEMPO/M.A MURTADHO

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) mulai ditutup total seiring dimulainya proyek revitalisasi. Tempat wisata itu resmi tidak menerima pengunjung mulai Kamis (01/09/2022).

Walikota Solo, Gibran Rakabuming menjelaskan bahwa revitalisasi pada tahap 1 akan selesai pada Desember 2022.

“Ini yang dibangun restorannya dulu, lion cafe, yang menghadap ke kandang singa dan savana. Nanti yang paling bagus itu bisa melihat binatang-binatangnya, itu nanti (area) lainnya food court. Jadi menengah atas hingga menengah bawah ada semua kita akomodasi,” ujar Gibran kepada wartawan.

Dengan menggandeng PT Taman Safari Indonesia sebagai konsultan, Gibran juga berharap PT Taman Safari juga ikut memanajemen semua binatang, restoran, hingga toko-toko suvenir.

“Jadi temen-temen BUMD bisa ter-upgrade, bisa sekelas taman safari. Enaknya kerja sama dengan Taman Safari kita bisa juga request satwa baru, apa-apa saja binatang-binatangnya. Namun saya tidak ada request khusus, yang penting pemeliharaannya gampang. Inikan transisi dari Jurug lama ke Jurug baru kita ngga pengen nanti operasionalnya jadi terlalu tinggi atau temen-temen yang merawat hewan itu malah jadi kacau,” terangnya.

Sementara itu Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo mengutarakan selain pengerjaan restoran, tahap pertama juga fokus pengerjaan danau, gerbang masuk, dan juga lobi.

“Hari ini sudah tutup total tidak terima pengunjung. Tapi karyawan masih masuk, karena operasional kantor tetap jalan, satwa tetap diurus. Karyawan siap mindahin barang karena ada pembongkaran. Mohon doa restunya semua lancar tanggal 23 Desember bisa buka lagi,” ungkap Bimo.

Disinggung mengenai pakan satwa dan gaji karyawan ketika Jurug ditutup total. Bimo mengatakan bahwa masih mencukupi.

“Aman, sudah direncanakan jauh hari. Dari pendapatan kemarin selama kita buka, Insya Allah mencukupi, aman. Yang mengurusi satwa masuk full, kalau yang tidak mengurusi satwa 15 hari kerja,” katanya.

Menurutnya sosialisasi penutupan untuk revitalisasi juga telah dilakukan jauh-jauh hari kepada pengunjung melalui sosial media instagram yang dimiliki.

 

**


BERITA TERKAIT