Lahan Terbakar Milik Dua Perusahaan Perkebunan di Kalimantan Barat Disegel
INIBORNEO.COM | 21/09/2018 14:50
Lahan Terbakar Milik Dua Perusahaan Perkebunan di Kalimantan Barat Disegel
INIBORNEO, Pontianak–  Tim Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, didukung Balai Taman Nasional Gunung Palung dan Manggala Agni, pada 17 September 2018 lalu kembali menyegel areal bekas terbakar di dalam lahan konsesi PT PWA dan PT PIG di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Ketapang,  Kalimantan Barat. “Keduanya adalah perusahaan perkebunan. Berdasarkan pantauan […]

INIBORNEO, Pontianak-  Tim Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, didukung Balai Taman Nasional Gunung Palung dan Manggala Agni, pada 17 September 2018 lalu kembali menyegel areal bekas terbakar di dalam lahan konsesi PT PWA dan PT PIG di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Ketapang,  Kalimantan Barat.

“Keduanya adalah perusahaan perkebunan. Berdasarkan pantauan drone, areal konsesi PT PIG yang terbakar seluas 465 ha, di Desa Pesaguan Kanan, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Sedangkan PT PWA – perusahaan perkebunan – areal konsesi yang terbakar berlokasi di Desa Pasak Piang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya,” kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan,  Sustyo Iriyono.

BACA JUGA: Jaga 10 Danau Terancam di Sintang

Sustyo memimpin langsung penyegelan tersebut di Kalimantan Barat. “Penyegelan ini merupakan lanjutan dari penyegelan terhadap lima perusahaan sebelumnya pada bulan Agustus 2018. Penyegelan dilakukan untuk mendukung proses penegakan hukum baik penerapan sanksi administrasi,  perdata maupun pidana agar memberikan efek jera,” tambahnya.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kehutanan, Rasio Ridho Sani, menambahkan, penegakan hukum mutlak dilakukan lantaran kebakaran hutan dan lahan ini telah menimbulkan dampak dan kerugian yang luar biasa bagi kesehatan masyarakat, lingkungan, dan perekonomian. “KLHK sangat serius menangani kebakaran hutan dan lahan,  pemantauan dan upaya penegakan hukum secara berlapis akan terus dilakukan untuk memberikan efek jera yang sangat besar,” ungkapnya.

INIBORNEO.COM


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT