Aksi Penolakan WNI asal Wuhan Cina di Natuna, Warga Sampaikan 6 Tuntutan Salah Satunya Pindahkan ke Kapal Perang
SUKABUMIUPDATE.COM | 03/02/2020 14:15
Aksi Penolakan WNI asal Wuhan Cina di Natuna, Warga Sampaikan 6 Tuntutan Salah Satunya Pindahkan ke Kapal Perang
Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

SUKABUMIUPDATE.com - Aksi penolakan masyarakat Natuna terhadap kedatangan WNI asal Wuhan, Cina, belum berakhir. Massa sepakat membuat enam poin tuntutan kepada pemerintah pusat maupun daerah. Jika tidak dilaksanakan massa mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.

Melansir dari tempo.co, tuntutan tersebut disampaikan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Natuna, Haryadi usai aksi berakhir hari ini, Ahad, 2 Februari 2020. "Kami meminta Bupati menyampaikan tuntutan ini kepada pemerintah pusat," kata Haryadi.

 

Keempat, meminta Menteri Kesehatan wajib berkantor di Natuna. "Karena kami ingin itu bentuk jaminan kesahatan dan keamanan," kata Haryadi.

Kelima, massa juga menuntut segala kebijakan pemerintah pusat untuk kedepannya dapat disosialisasikan. "Karena kondisi hari ini adalah contoh tidak ada sosialisasi kepada masyarakat Natuna, sehingga masyarakat resah," ujarnya.

Keenam, masyarakat meminta pemda bisa menjadi penyambung lidah masyarakat kepada pemerintah pusat. Jika tuntutan tidak dijalankan masyarakat akan membuat mosi tak percaya baik kepada eksekutif maupun legislatif.

"Bentuk mosi tak percayanya bisa saja kami minta semua mundur. Kalau masyarakat meminta kami bilang apa," katanya.

KNPI, kata Haryadi, mengajak seluruh masyarakat bersatu di gedung DPRD Natuna untuk menyelesaikan tuntutan tersebut.

 

Sumber : tempo.co


BERITA TERKAIT