Pemuda Pancasila Meradang, Desak Geng Motor Dinyatakan sebagai Kelompok Terlarang
SUKABUMIUPDATE.COM | 06/02/2020 10:30
Pemuda Pancasila Meradang, Desak Geng Motor Dinyatakan sebagai Kelompok Terlarang
Berlian Nata Sindu (21 tahun), korban pembacokan yang saat ini tengah mendapat perawat di RSUD Syamsudin SH, Selasa (4/2/2020). | Sumber Foto:Istimewa.

SUKABUMIUPDATE.com - Pengurus ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Sukabumi meminta polisi segera menangkap pelaku penganiayaan dan pembacokan terhadap Berlian Nata Sindu (21 tahun), warga Jalan Babakansirna, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Mahasiswa ini harus dioperasi setelah jadi sasaran amukan gerombolan bermotor pada Selasa, 4 Februari 2020 dini hari di Gang Sirna Kampung Babakansirna RT 04/03, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi.

Akibat kejadian ini anak dari Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Warudoyong sekaligus Wakil Ketua MPO Pemuda Pancasila Sukabumi Dankih AS Nuklir ini mengalami luka bacokan di bagian kepala, badan dan kaki. Dalam kejadian ini ada satu korban lagi yaitu Sandi Maulana (21 tahun), warga Jalan Babakansirna RT 01/03, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Sandi mengalami luka bacokan di sikut kiri bagian belakang.

Pada Rabu (5/2/2020) di rumah Dankih AS Nuklir, di Jalan Babakansirna, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi dilaksanakan pertemuan ormas Pemuda Pancasila Kota Sukabumi dengan para pengurus ranting. Pertemuan tersebut terkait telah terjadinya penganiayaan dan pengeroyokan Berlian.

Adapun hasil pernyataan sikap dari pertemuan tersebut :

-Meminta pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus tersebut sampai ke akar-akarnya dan mengadili seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku.

-Meminta pihak kepolisian dengan bersinergi dengan intansi terkait agar membubarkan gerombolan bermotor di Kota Sukabumi.

-Meminta untuk menindakak tegas dan terukur kepada para gerombolan bermotor.

-Meminta kepada anggota legislatif atau pemerintah Kota Sukabumi untuk mengeluarkan maklumat bahwa gerombolan bermotor merupakan kelompok terlarang.

-Kepada seluruh pihak agar colling down dan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

Hadir dalam pertemuan itu, Kabag Ops Polres Sukabumi Kota, Kapolsek Warydoyong, Anggota DPRD Kota Sukabumi yang juga Ketua FRMB Tatan Rustandi, Danramil Warudoyong, Ketua PAC PP Warudoyong, Para ketua PAC PP, Para pengurus ormas PP Kota dan Kabupaten Sukabumi, pengurus Ormas FKPPI, Komunitas Motor RX King, Karang Taruna Kelurahan Benteng, perwakilan perguruan Sapu Jagad, Perwakilan Ulama dan perwakilan masyarakat umum.

SUKABUMIUPDATE.COM


BERITA TERKAIT