Perawat Corona Kehilangan Istri Disaat Harus Menjalani Family Distancing, Tak Bisa Temui Anak Semata Wayang
SUKABUMIUPDATE.COM | 20/04/2020 12:50
Perawat Corona Kehilangan Istri Disaat Harus Menjalani Family Distancing, Tak Bisa Temui Anak Semata Wayang

SUKABUMIUPDATE.com – Tangkapan layar akun instagram adhityatp pagi ini beredar cepat di grup whatsapp warga Sukabumi. Akun ini milik Aditya Tegar Pambudhi, perawat tim medis covid-19 di RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi, yang baru saja kehilangan istri dicintainya.

Istrinya adalah bidan di RSUD AL Mulk Kota Sukabumi, Nadia Destipany. Meninggal dunia Minggu pagi kemarin sekira pukul 07.30 wib. Dalam tulisan ini, pria yang akrab disapa Adit ini coba mengklarifikasi isu yang berkembang soal kematian istrinya.

“Sedih rasanya banyak kabar beredar, isu miring ini itu. Mami dalam keadaan sehat walafiat,” tulis Adit.

Selebihnya ia berusaha menjelaskan kronologi kematian istrinya. Mulai dari merasakan gejala sakit kepala yang luar biasa, muntah muntah hingga akhirnya tidak sadarkan diri.

Aditya meminta kepada keluarga untuk membawa istrinya ke RSUD R Syamsudin,karena saat ini ia tengah menjalani family distancing. “Jam 05.30 sampai ke igd. Mami udah nggak ada respon. Nadi nggak teraba. Kita lakuin rjp, banging, masuk obat pacu, sempet di defib. Usaha tim IDG bunut sudah sangat maksimal untuk bantu mami. Jam 07.30 mami dinyatakan meninggal,” sambungnya.

Diakhir tulisan ia berusaha menegaskan kematian istrinya tidak terkiat dengan covid-19. “Tolong bantu kami keluarga meredam issue yg beredar. 29 hari sudah saya melakukan family distancing. Saya sudah melakukan rapid test alhamdulilah hasilnya negatif. Mami juga baru dua hari ini dirapid test dan hasilnya negatif,” bebernya.

“Jadi tolong bantu kami untuk meredam semua isu negatif yang beredar. Biar mami tenang ya di Surga,” sambung Adit.

Dalam postingan ini, adit memasang foto kamar tidur mereka. “Mami biasanya tidur di ujung tempat tidur. Jam segini dulu biasa mami bikin the, nyediain cemilan sambil mgegodain clei,” ujar Adit.

Clei adalah anak semata wayang mereka yang saat ini, tak hanya kehilangan sang ibu tapi juga belum bisa bertemu ayahnya. Sang ayah, Adit masih harus menjalankan protokol covid-19 sebagai paramadis yang merawat pasien corona di RSUD R Syamsudin.

Adik dan rekan-rekannya sesama paramedis covid-19 RSUD saat ini dikarantina oleh Pemerintah Kota Sukabumi. “Iya wak, kami perawat corona termasuk Adit, sudah dikarantina sejak sebulan yang lalu. Walaupun hasil rapid test semuanya negatif, kami tetap tidak bisa bertemu keluarga untuk sementara waktu. Kangen keluarga tapi ini tugas kami,”jelas ER, rekan kerja Adit yang sama-sama bergabung di tim medis covid-19 RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.COM


BERITA TERKAIT