Feby Ayu Gadis Pelukis Sketsa Hijrah Lanjutkan Sekolah ke Jakarta, Ibunda Curhat Melepas Rindu
SUKABUMIUPDATE.COM | 07/07/2020 11:20
Feby Ayu Gadis Pelukis Sketsa Hijrah Lanjutkan Sekolah ke Jakarta, Ibunda Curhat Melepas Rindu
Feby Ayu Arianti (17 tahun) menunjukan gambar buatannya. Selain mahir menggambar, gadis asal Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, ini pintar bahasa inggris. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Masih ingat dengan Feby Ayu Arianti? Ya, dia adalah perempuan belia berparas cantik penjaga warung asal Kampung Bojongjengkol RT 15/04 Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi yang sempat viral.

Selain cantik, Feby dikenal jago menggambar sketsa, melukis dan fasih berbahasa Inggris. Setelah beritanya bertebaran dimana-mana, Feby sampai diundang ke acara beberapa stasiun televisi swasta nasional.

Sejak Feby sibuk memenuhi undangan tersebut, sejak itu Feby, si gadis pelukis itu tak tinggal lagi dengan keluarga di Bojongjengkol.

"Feby sudah tidak disini lagi, sudah dua bulan di Jakarta. Saat itu dijemput sama neneknya dan uwanya," lirih Yani (38 tahun), ibu kandung Feby, saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Sabtu (4/7/2020).

Yani mengulas, sebelum viral, Feby yang pernah tinggal di Jakarta sempat diusir oleh nenek dan uwanya di Jakarta, sehingga sekolah pun tak lulus.

Yani (kanan) ibu kandung Feby Ayu Arianti, gadis cantik penjaga warung asal Kampung Bojongjengkol RT 15/04 Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi yang sempat viral. | Sumber Foto: Sukabumiupdate.com/RAGIL GILANG

"Saat pulang ke sini dari Jakarta, dia menangis dan minta tolong agar diantarkan ke Jakarta, karena kekeuh mau sekolah di Jakarta. Namun neneknya menolak, dengan alasan sudah tidak mampu membiayai," ungkapnya.

Masih kata Yani, Feby pun terpaksa melanjutkan sekolah di salah satu MTs di Bojongjengkol hingga lulus. Sayangnya, Feby tak bisa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi karena faktor ekonomi. Feby pun membantu orang tuanya menjaga warung kopi. Kisah gadis penjaga warung kopi ini lalu viral.

"Tapi setelah viral, banyak yang datang, banyak yang menyumbang dan masuk TV, bahkan banyak uang di rekeningnya, dia dijemput sama nenek dan uwanya kesini. Yang jadi herannya dia mau, tidak berpikir atas kejadian yang menimpa dirinya saat diusir. Dia berangkat, semua pemberian dari orang orang yang simpati padanya dibawa semua," tuturnya.

Yani juga mengeluh, kini putrinya mulai susah dihubungi. Baru bulan kemarin saat Yani menghubungi sempat diangkat dan jawabannya Feby sedang sibuk.

"Padahal ibu hanya ingin tahu kabar dan melepas rindu, bukan untuk minta duit. Mau tanya juga masalah sekolahnya, dulu dia akan melanjutkan di SMA Jampang Tengah, dengan dukungan dari pemerintah setempat," ujarnya.

"Saya juga malu sama suami saya, ayah tirinya Feby. Kemarin saat viral dia sibuk antar Feby. Tapi apa apa balasannya, yang ada dia sekarang sakit jantung dan belum bisa ngojek. Tambah heran juga kenapa orang-orang yang dulu, ceritanya mendampingi Feby, tidak pernah ada komunikasi lagi," pungkas Yani, sambil meneteskan air mata.

SUKABUMIUPDATE.COM


BERITA TERKAIT