Kesaksian Warga Cicurug Saat Diterjang Banjir Bandang: Ada Tetangga Menjerit Minta Tolong, Saya Keluar Air Sudah Besar
SUKABUMIUPDATE.COM | 23/09/2020 10:00
Kesaksian Warga Cicurug Saat Diterjang Banjir Bandang: Ada Tetangga Menjerit Minta Tolong, Saya Keluar Air Sudah Besar
Dampak banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto: Syahrul Himawan

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan deras yang mengguyur pada Senin (21/9/2020) mengakibatkan banjir bandang di sejumlah wilayah utara Kabupaten Sukabumi. Salah satu yang paling berdampak adalah banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug.

Ratusan rumah Desa Cisaat, Pasawahan, Bangbayang, Nyangkowek, Mekarsari, dan Kelurahan Cicurug Kecamatan Cicurug terdampak banjir bandang usai Jembatan Cibuntu yang membentang di atas Sungai Cibuntu tersumbat hingga air meluap ke permukiman warga.

 

Beberapa warga yang menyaksikan langsung bagaimana air bah meluap, mengaku masih syok. Seperti yang dialami Deden, warga RT 01/04 Kampung Cibuntu Desa Pasawahan. Diwawancarai saat live streaming sukabumiupdate.com, Selasa (22/9/2020), Deden menyebut banjir berawal saat hujan deras mengguyur pada Senin siang.

"Hujan mulai dari jam 12, cuma sempat reda. Terus sekitar jam 4 sore saya kebetulan ada di rumah dan hujan deras sekali. Saya dengar ada tetangga sebelah menjerit minta tolong. Saya keluar, pas keluar air sudah besar," kata Deden.

 
 

"Pada saat itu langsung saya cari warga untuk menolong Ibu Cicih, warga yang rumahnya sudah dikelilingi banjir bandang. Air deras banget. Cari tambang, alhamdulillah Ibu Cicih bisa kita selamatkan. Warga yang lain juga alhamdulillah kita bantu, bahu-membahu," katanya lagi.

 

Deden menyebut, salah satu penyebab air meluap adalah tersumbatnya Jembatan Cibuntu. Biasanya air lancar mengalir meski hujan deras, namun saat itu ada material bongkahan kayu yang kemungkinan berasal dari gunung, tertahan di jembatan hingga akhirnya air meluap ke permukiman masyarakat.

"Yang paling dramatis adalah saat tahu ada tetangga yang hanyut. Anak kecil usia tujuh tahun dan neneknya. Namanya si Firli. Tapi di situ ada warga namanya Robi Sugara langsung dengan cekatan menyelamatkan Firli dengan neneknya. Cuma di tempat lain ada kabar juga dua orang pekerja pembikin roti hanyut, tidak bisa diselamatkan karena lokasinya cukup jauh," ungkapnya.

Dampak banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Sukabumiupdate.com/Syahrul Himawan

Tak cukup sampai di situ, sukabumiupdate.com juga mewawancarai Cicih, yang saat itu berhasil diselamatkan warga. Cicih yang masih nampak syok dan trauma lantaran saat kejadian ia melihat di sekeliling rumahnya sudah digenangi air.

"Saya mah pasrah saja. Di dalam rumah ada lima orang. Rumah dimana-mana udah hancur. Air datang dari mana-mana. Waktu itu ada tambang, akhrinya bisa diselamatkan. Itu mah gusti, saya mah pasrah saja dan berdoa mudah-mudahan selamat. Mobil juga sampe kebawa," kata Cicih.

"Saya udah lama tinggal di sini. Ini kejadian yang kedua kalinya, cuma dulu mah enggak sampai begini. Sekarang mah parah. Masih trauma sekarang juga. Mudah-mudahan aja minta bantuan, keikhlasannya, soalnya mau gimana lagi? Sudah parah begini," tandas Cicih sambil menitikan air mata.

SUKABUMIUPDATE.COM


BERITA TERKAIT