Calon Bupati Cianjur Bantah Lakukan Politik Uang Kepada Korban Bencana Banjir
SUKABUMIUPDATE.COM | 20/10/2020 16:29
Calon Bupati Cianjur Bantah Lakukan Politik Uang Kepada Korban Bencana Banjir

SUKABUMIUPDATE.com - Calon Bupati Cianjur nomor urut 2 pada Pilkada Cianjur 2020, Oting Zaenal Mutaqin, mengakui telah membagikan beras dan pakaian bekas kepada korban bencana banjir dan longsor di Kecamatan Leles dan Agrabinta, beberapa waktu lalu. Namun, Oting membantah telah melakukan kampanye. 

Hal tersebut disampaikan Oting kepada wartawan di Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, menanggapi dugaan pelanggaran yang dilakukan Ketua PAC Partai Gerindra. Saat ini kasus dugaan pelanggaran tersebut sedang dalam penanganan Bawaslu Kabupaten Cianjur. 

"Saya datang ke lokasi bencana alam di Kecamatan Leles dan Agrabinta atas nama pribadi. Saya juga membawa bantuan 1 ton beras dan 1 ton pakaian bekas yang bersumber dari saku pribadi. Jadi bukan atas nama calon," ujar Oting kepada wartawan, Selasa (20/10/2020). 

Menurut calon bupati yang diusung Partai Gerinda dan Partai Demokrat ini, dia menyerahkan bantuan beras dan pakaian bekas ke salah seorang pimpinan pondok pesantren untuk disalurkan kepada warga korban bencana.

BACA JUGA: Bawaslu Cianjur Temukan Dugaan Pelanggaran Politik Uang

"Bukti foto-fotonya ada sama saya. Sama sekali tidak ada atribut kampanye," kata Oting. 

Oting mengakui bahwa pada saat penyerahan bantuan di pondok pesantren itu hadir pula Ketua PAC Partai Gerindra. "Namun, sama sekali tak ada instruksi untuk membagikan bantuan atas nama calon," tutur dia. 

Oting mengaku mengetahui ada laporan dugaan pelanggaran dari media. Dia pun siap jika dipanggil Bawaslu Kabupaten Cianjur untuk dimintai klarifikasi. 

"Ya, saya siap untuk mengklarifikasi. Tak masalah, namanya juga klarifikasi kan untuk menjelaskan duduk persoalan supaya terang benderang," terang Oting. 

Sebelumnya diberitakan Bawaslu Kabupaten Cianjur menemukan adanya dugaan pelanggaran politik uang (money politic) yang dilakukan ketua PAC salah satu partai pengusung pasangan nomor urut 2 di Kecamatan Agrabinta. 

Dugaan pelanggaran tersebut berupa pembagian beras untuk korban bencana alam di kecamatan tersebut dengan barang bukti beras dan spanduk pasangan calon nomor urut 2. 


BERITA TERKAIT