Kisah Perempuan Hamil Ditandu Warga untuk Persalinan, Sepanjang Jalan Membawa Obor
SUKABUMIUPDATE.COM | 10/11/2020 15:15
Kisah Perempuan Hamil Ditandu Warga untuk Persalinan, Sepanjang Jalan Membawa Obor

SUKABUMIUPDATE.com - Selasa, 27 Oktober 2020 lalu, seorang ibu muda asal Kampung Gununghiur RT 08/02 Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi bernama Irma Suryani (20 tahun) terpaksa ditandu oleh warga.

Ibu muda tersebut pada saat itu ditandu warga tengah malam lantaran dalam kondisi darurat, hendak melahirkan. Ia ditandu selama dua jam, menempuh perjalanan sekitar empat kilometer menuju Bojonghaur.

Di Bojonghaur, ia baru bisa dinaikkan ke kendaraan untuk selanjutnya dibawa ke RS Palabuhanratu untuk melakukan persalinan.

"Dengan menggunakan kain sarung Irma, yang merupakan anak kakak saya harus ditandu oleh warga melintas jalan terjal lewat jalan Dadali - Cibiru tembus ke Bojonghaur, dengan penerangan memakai obor dari bambu," kata Nendi (34 tahun), sepupu Irma yang juga tinggal di Kampung Gununghiur saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Senin (9/11/2020).

BACA JUGA: Perjuangan Warga Dusun Cibelut Sukabumi, Seberangi Sungai dan Jalan Berlumpur

"Irma sendiri melahirkan di RS Palabuhanratu dengan kondisi sehat. Ibu dan bayi laki-lakinya selamat. Sesudah itu, pulang dari rumah sakit juga sama, Irma ditandu lagi melintasi jalan becek Desa Neglasari sampai ke Kampung Gununghiur," imbuh Nendi.

Nendi melanjutkan, kisah yang menimpa saudaranya yang hendak melahirkan itu adalah satu dari sekian cerita warga yang kesulitan, akibat akses jalan menuju Kampung Gununghiur Desa Bantarsari kondisinya sangat parah, yakni jalan tanah, berbatu dan berlumpur.

"Itu jalan desa. Panjang empat kilometer, lebar 2,5 meter. Itu adalah akses jalan satu-satunya untuk warga Kampunghiur," katanya lagi.

BACA JUGA: Sulit Angkut Hasil Panen, Petani di Langkapjaya Sukabumi Perbaiki Akses Jalan Berlumpur

Nendi menjelaskan, wilayah Kampung Gununghiur dihuni oleh sekitar 50 kepala keluarga. Semua warga Gununghiur bahkan sudah merasa tak aneh lagi lantaran akses jalannya tak pernah diperbaiki.

"Untuk menuju jalan aspal harus ditempuh dengan jalan kaki, apabila membawa ibu hamil dan orang sakit. Karena kondisi jalan rusak parah, sehingga tidak bisa dilewati dengan kendaraan roda empat," ucap Nendi.

Ia menuturkan, kondisi memprihatinkan itu sudah berlangsung sejak lama, Tak ada sentuhan pembangunan akses jalan. Terlebih, warga memang seringkali menandu ibu-ibu yang mau melahirkan, hingga orang sakit yang mau dibawa berobat.

Warga menandu ibu hamil hingga pasien di jalan menuju Kampung Gununghiur Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi.

"Warga menandu ibu hamil atau orang sakit biasanya mengambil jalan pintas (takulan) ke jalan Bebecek dan jalan Dadali - Cibiru yang tembus ke Bojonghaur Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong," tandasnya. 


BERITA TERKAIT