Bawaslu Sukabumi Telusuri Foto Bagi-bagi Sembako Saat Kampanye Pilkada 2020
SUKABUMIUPDATE.COM | 07/12/2020 14:21
Bawaslu Sukabumi Telusuri Foto Bagi-bagi Sembako Saat Kampanye Pilkada 2020

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi mengklaim tengah melakukan penelusuran ihwal beredarnya foto pembagian sembako di tahapan kampanye Pilkada 2020 Kabupaten Sukabumi.

"Sebagai bahan temuan kita telusuri informasi awal mengenai informasi beredarnya foto pembagian sembako, kita masih penelusuran," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Teguh Hariyanto kepada sukabumiupdate.com, Senin (7/12/2020).

Selain temuan yang didapatnya, Teguh juga menyebut pihaknya menerima laporan masyarakat dari Jampang Tangah terkait adanya kendaraan yang diduga membawa sembako yang akan dibagikan.

"Adapun pelaporan dari masyarakat ada dari Jampang Tengah, tapi pelapor belum melengkapi formil materilnya. Kita tetap siaga pengawasan," jelas Teguh. "Ketika lengkap formil materil kita lakukan penanganan pelanggaran," kata dia, menambahkan.

BACA JUGA: 37 Dugaan Politik Uang di Masa Akhir Kampanye Pilkada, Warga Sukabumi Harus Lakukan Ini

Teguh berujar, temuan dan laporan masyarakat tersebut terjadi pada masa kampanye. Sedangkan dalam masa tenang ini Teguh mengaku belum ada temuan dan laporan dari masyarakat terkait dugaan politik uang. 

"Hari ini masih berlanjut penertiban alat peraga kampanye (APK), pengawasan hari tenang, instruksi ke jajaran patroli money politic, pengawasan distribusi logistik, dan mempersiapkan pengawasan pungut hitung," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Teguh meminta masyarakat agar melaporkan secara resmi kasus dugaan politik uang yang terjadi di masa tenang Pilkada 2020. Teguh menyebut, masyarakat jangan melaporkan hal itu di media sosial.

"Kalau sudah jelas dan terpenuhi unsur formil materil, kita akan melakukan penindakan, baik itu hasil temuan dan laporan masyarakat. Dan kami berharap masyarakat ikut mengawasi apabila ditemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan secara resmi, jangan dilaporkan di medsos tapi ke Bawaslu atau Panwascam yang tersebar di 47 kecamatan," ujarnya.


BERITA TERKAIT