Aliansi Bem Sukabumi Tolak Perpanjangan PPKM Darurat, Serukan Aksi 21 Juli
SUKABUMIUPDATE.COM | 18/07/2021 14:45
Poster PPKM Darurat di Kota Sukabumi. iansi BEM Sukabumi (ABSI) akan melakukan aksi demo tolak perpanjangan PPKM darurat pada tanggal 21 Juli 2021 mendatang.
Poster PPKM Darurat di Kota Sukabumi. iansi BEM Sukabumi (ABSI) akan melakukan aksi demo tolak perpanjangan PPKM darurat pada tanggal 21 Juli 2021 mendatang.

SUKABUMIUPDATE.com - Aliansi BEM Sukabumi (ABSI) akan melakukan aksi demo tolak perpanjangan PPKM darurat pada tanggal 21 Juli 2021 mendatang. Seruan dan ajakan ini sudah beredar melalui media sosial sejak beberapa waktu lalu.

Koordinator Aliansi BEM Sukabumi (ABSI)  Alief Aulia mengatakan mahasiswa akan memfasilitasi masyarakat untuk menyuarakan keresahan masyarakat. 

"Kami dari pihak Mahasiswa dan masyarakat pun mau konsolidasi dulu terkait aksi pada hari rabu tgl 21 juli 2021, dan kita mau mengkoordinir dulu masyarakat insyaallah masyarakat juga ingin turun semua dari banyak elemen, jadi kami dari mahasiswa memfasilitasi untuk masyarakat ikut menyuarakan keresahan masyarakat," Ujarnya usaat dihubungi sukabumi update.com Minggi (18/7/2021).

Adapun aksi yang nanti akan di gelar mahasiswa dan masyarakat akan menuntut penolakan perpanjangan pemberlakuan PPKM Darurat. 

Baca Juga : Ada Rencana Aksi Tolak PPKM Darurat di Sukabumi? Polda Jabar Ingatkan Hal Ini

"Dari ABSI sendiri dan suara masyarakat kita menuntut PPKM itu tidak boleh diperpanjang karena banyak kita mengadvokasi ke jalan, ya masyarakat sudah resah dengan penutupan usaha-usaha mereka dan berdampaknya pasti lebih banyak kalau diperpanjang nanti," Tuturnya. 

Untuk izin terkait aksi  penolakan perpanjangan PPKM Darurat ditolak pihak Kepolisian. 

"Saya kemarin sebagai korlap sudah ngasih surat pemberitahuan ke Kapolres tetapi surat di tolak kami dan kawan-kawan mau gimana lagi karena sudah stimulus sama seruan aksi, dan kami juga dari mahasiswa tidak bisa menyetop," Ungkapnya. 

Adapun massa yang akan hadir dalam aksi penolakan PPKM tersebut masih dikoordinir. "Untuk massa mungkin belum kita cari tahu lagi, sekarang kita mau turun lagi ke masyarakat untuk mengetahui estimasi jumlah massa dan dari elemen mana saja," jelasnya.