Kajian DPESDM: Ini 4 Pemicu Pergerakan Tanah di Cigulusur Sukabumi
SUKABUMIUPDATE.COM | 26/10/2021 21:53
Kajian DPESDM: Ini 4 Pemicu Pergerakan Tanah di Cigulusur Sukabumi
Jalan kabupaten di Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, longsor. Selain itu di Kampung Ciseureuh RT 01/06, Desa Bojongkerta, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi terjadi bencana pergerakan tanah.

SUKABUMIUPDATE.com - Pergerakan Tanah di Kampung Cigulusur RT 01/01 Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, hingga Selasa, 26 Oktober 2021, masih aktif. Hampir sepekan bencana ini terjadi, dihitung sejak retakan pertama pada Kamis, 21 Oktober 2021, yang diawali hujan deras.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan atau P2BK Purabaya Yanto Prayitno mengatakan, Pergerakan Tanah masih terjadi setiap hari dengan lebar antara 2 hingga 5 sentimeter. "Setiap hari ada pergerakan. Terjadi dalam satu hari dua hingga empat kali," kata Yanto kepada sukabumiupdate.com, Selasa.

Berdasarkan kajian Dinas Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral atau DPESDM Kabupaten Sukabumi, yang juga sebagai dasar sebelum pengakajian lebih lanjut oleh Badan Geologi, Yanto menyebut, pergerakan tahan di lokasi ini dipicu empat faktor: curah hujan, adanya tanah lempung, banyak pohon bambu di pinggir bukit, dan masuknya air ke dalam celah tanah.

"Empat faktor pemicu tersebut mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan tanah, sehingga menjadi gerakan tanah," ungkapnya.

Sebelumnya, pada Sabtu, 23 Oktober 2021, Camat Purabaya, Mulyadi, melaporkan adanya Pergerakan Tanah susulan dengan retakan bervariasi mulai 2 hingga 5 sentimer. Bahkan ada pula yang mencapai 20 sentimeter. Petugas pun sudah menelusuri retakan yang dimulai dari hutan Puncak Keramat, sekitar 700 meter di atas permukiman warga.

Ada tiga jalur atau garis retakan hingga ke permukiman warga. Jalur tersebut menyebar dan meluas di kawasan permukiman, yang mengakibatkan enam rumah tidak bisa dihuni. Enam rumah itu ditempati delapan kepala keluarga dengan 25 jiwa. Semantara 11 rumah yang dihuni 14 kepala keluarga dengan 32 jiwa juga terancam.

 sukabumiupdate.com


BERITA TERKAIT