Banjir dan Longsor di Tegalbuleud Sukabumi, Warga Terancam Terisolir
SUKABUMIUPDATE.COM | 24/09/2022 15:55
Banjir dan Longsor di Tegalbuleud Sukabumi, Warga Terancam Terisolir

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan deras pada Jumat 23 September 2022 malam menimbulkan banyak bencana di Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Jembatan ambruk, banjir, pergerakan tanah hingga longsor, terjadi di sejumlah titik dan hingga kini masih membutuhkan penanganan darurat, karena ada warga yang terancam terisolir.

"Pergerakan tanah pukul 19.30 WIB, dengan panjang 6 meter, lebar 3,5 meter, serta tinggi 5 meter. Itu jalan desa, terdampak satu desa, soalnya jalan yang longsor, merupakan akses masuk ke pemukiman," kata Endang perangkat Desa Sirnamekar kepada sukabumiupdate.com, Sabtu 24 September 2022.

Jembatan ini merupakan akses menuju Desa Sirnamekar dari arah Desa Bojong Kecamatan Kalibunder, maupun dari arah Desa Bangbayang Kecamatan Tegalbuleud. Kendaraan roda 4 tidak bisa lewat, adapun untuk sepeda motor bisa lewat hanya pakai damparan kayu papan.

Camat Tegalbuleud, Antono menyebutkan hasil monitoring dan pendataan titik bencana mencatat curah hujan tinggi dan lama sejak hari Jum'at tanggal 24 September 2022 pukul 17.00 WIB mengakibatkan sejumlah sungai meluap ke jalan dan pemukiman.

Pertama, terjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan jembatan Cikeuyeup terputus. Akses menuju Kampung Cijoho Desa Sirnamekar itu mengalami kerusakan sepanjang 6 meter dengan kedalaman bervariasi.

Kedua, banjir di Kampung Telukjati Desa Sumberjaya dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter dari luapan sungai Cikaso. 7 rumah warga terdampak banjir.

Ketiga, pergeseran tanah di ruas jalan Provinsi Jawa Barat di Kampung Cijaksi Desa Sumberjaya (perbatasan antara Cibitung - Tegalbuleud). Jalan amblas sepanjang 8 meter, lebar 10 cm, kedalaman 150 cm.

Keempat, longsor di Kampung Cikawung Desa Rambay. Jalan desa tertutup material longsor.

Kelima, pergerakan tanah di Kampung Cibeureum Rt 02 Rw 08 Desa Rambay mengakibatkan 1 unit rumah milik Usman mengalami kerusakan. Ada retakan pada dinding tembok dengan panjang 8 meter dan lebar 5 meter. Kemudian rumah milik Saidin juga mengalami hal serupa, dinding tembok retak-retak.

Keenam, longsor di Kampung Cimahpar Desa Bangbayang menutup jalan desa penghubung dengan Desa Nangela. longsor ini juga menimpa 5 rumah milik warga yang ada di sekitar lokasi, sehingga penghuninya harus mengungsi.

Kedelapan, jembatan gantung Ciseureuh di Desa Nangela dengan panjang 120 meter lebar 1,2 meter hanyut terseret luapan sungai Cicurug. Jembatan ini menghubungkan kedusunan Cadas Malang dengan Kedusunan Cibelut.

Kesembilan, banjir di Kampung Selaeurih Rt 004 Rw 002 Desa Nangela. 18 unit rumah terdampak, 4 rusak berat dan 14 rusak ringan, terendam aliran air sungai Cicurug dengan ketinggian air 1 hingga 1,5 meter.

"Tidak ada korban luka ataupun jiwa. Kerugian material masih didata," ungkap Antono.

Pihaknya lanjut camat, langsung berkoordinasi dengan BPBD karena banyak jembatan rusak. Juga melakukan assesment di lokasi bencana. Serta menghimbau terhadap masyarakat terdampak dan pengguna jalan untuk berhati-hati dan tetap waspada.

"Warag swadaya gotong royong dengan alat manual pembersihan material longsoran. Kami akan mengupayakan warga terdampak parah untuk mengungsi ke rumah kerabat," pungkas Antono.

 

**


BERITA TERKAIT