Data Sementara: Belasan Warga Meninggal dan Puluhan Rumah di Cianjur dan Sukabumi Rusak Akibat Gempa Sesar Cimandiri
SUKABUMIUPDATE.COM | 21/11/2022 15:37
Data Sementara: Belasan Warga Meninggal dan Puluhan Rumah di Cianjur dan Sukabumi Rusak Akibat Gempa Sesar Cimandiri

SUKABUMIUPDATE.com - Gempa bumi dengan magnitude (M)5,6 yang dirasakan di Jawa Barat, DKI dan sekitarnya, pada Senin (21/11/2022) pukul 13.20 WIB menimbulkan korban jiwa. Data sementara BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mencatat ada 14 warga Cianjur meninggal dunia, banyak bangunan roboh di Cianjur, Sukabumi dan Bogor.

Melansir BMKG, pusat gempa berada di darat 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sejauh ini Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB terus mendata informasi terbaru dari beberapa daerah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur melaporkan, selain adanya korban meninggal dunia, banyak warganya mengalami luka-luka, bahkan masih ada yang belum ditemukan. Tim Reaksi Cepat BPBD setempat masih melakukan pendataan di wilayah.

Data sementara per pukul 14.11 WIB, rumah rusak berat sebanyak 7 unit. Di samping bangunan rumah, Pusdalops mendapatkan laporan pondok pesantren rusak berat 1 unit dan RSUD Cianjur rusak sedang 1. Kerusakan fasilitas publik yang masih diidentifikasi tingkat kerusakan, antara lain gedung pemerintah 2 unit, fasilitas Pendidikan 3, tempat ibadah 1.

Warga di Cianjur merasakan guncangan cukup kuat selama 10 – 15 detik. Selain wilayah Cianjur, BPBD Kabupaten Bogor melaporkan dua rumah warga rusak. Guncangan gempa di wilayah ini dirasakan sedang 5 – 7 detik.

BPBD Kota Sukabumi menginformasikan warganya merasakan guncangan cukup kuat selama 7 – 10 detik. Tampak masyarakat panik hingga keluar rumah. Saat ini pihak BPBD masih melakukan pemantauan di daerahnya. Sedangkan di wilayah Kabupaten Sukabumi, BPBD setempat juga menyampaikan adanya guncangan kuat selama 5-7 detik.

Kabupaten Sukabumi

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Wawan Godawanada menginformasikan 52 rumah di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi dilaporkan rusak.data sementara itu diperoleh dari laporan petugas di masing-masing wilayah terutama di lokasi yang berdekatan dengan pusat terjadinya gempa bumi.

"Situasi sementara saya berada di Kadudampit. Ada beberapa informasi rumah, bangunan, terdampak. Ini sedang dalam pendataan rekan-rekan di wilayah," kata Wawan kepada sukabumiupdate.com.

Berdasarkan data sementara yang dikirim Wawan, ada 52 rumah, empat bangunan sekolah, dan satu sarana ibadah di Kabupaten Sukabumi yang mengalami kerusakan akibat gempa. Wawan menyebut belum bisa memastikan kategori kerusakan lantaran harus sesuai asesmen di lokasi.

Rincian data tersebut: 28 rumah di Kecamatan Caringin, lima rumah di Kecamatan Sukaraja, 15 rumah di Kecamatan Nagrak, satu rumah di Kecamatan Gegerbitung, satu rumah di Kecamatan Ciambar, satu bangunan sekolah di Kecamatan Kadudampit dan Gegerbitung, satu bangunan sekolah dan sarana ibadah di Kecamatan Sukabumi, dan satu sekolah di Cicantayan.

Demikian juga untuk wilayah Kabupaten Bandung yang warganya merasakan guncangan sedang selama 5 – 7 detik.

Pusdalops BNPB juga mendapatkan laporan lain adanya warga yang merasakan guncangan, seperti di DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kabupaten Garut. Warga di sejumlah wilayah tersebut merasakan guncangan gempa dengan intensitas lemah hingga kuat.

BPBD yang wilayahnya merasakan gempa telah melakukan pemantauan dampak gempa. Sementara itu, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau modified Mercalli intensity, wilayah Cianjur V-VI MMI, Garut dan Sukabumi IV – V MMI, Cimahi, Lembang, Kota Bandung Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah III MMI, Rancaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta dan Depok II – III MMI.

Berdasarkan kajian inaRISK, sebanyak 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur memiliki potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bahaya gempa bumi. Warga di wilayah terdampak gempa dapat melakukan pengecekan struktur bangunan apabila ingin memasuki rumahnya kembali,” jelas Abdul Muhari Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dikutip dari portal resmi BNPB.

“Pastikan tidak ada kerusakan struktur seperti kerusakan tiang rumah, kuda-kuda atap, dan kerusakan struktur lainnya. Di samping itu, tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dengan terus mengikuti pemutakhiran data dari instansi berwenang,” pungkasnya.

 

**


BERITA TERKAIT