Partisipasi Pemilih di Pilkada Kota Palu Tak Sampai 70 Persen, Karena Pandemi Covid-19?
SULTENGRAYA.COM | 17/12/2020 15:21
Partisipasi Pemilih di Pilkada Kota Palu Tak Sampai 70 Persen, Karena Pandemi Covid-19?
Pekerja menyusun surat suara pilkada Kota Makassar 2020 yang selesai dilipat di gedung Celebes Convention Center, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 24 November 2020. Sebanyak 924.771 lembar surat suara pilkada Kota Makassar memasuki tahap penyortiran dan pelipatan dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19 dan ditargetkan selesai pada 26 Noovember. ANTARA FOTO/Arnas Padda

SULTENG RAYA – Ketua KPU Kota Palu, Agussalim Wahid mengungkapkan bahwa partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 hanya 65,5 persen. Angka tersebut kata Agus tidak sesuai target yang ditetapkan secara nasional yakni 77, 5 persen.

Bahkan kata Agus, pada Pilpres dan Pileg tahun 2019, partisipasi masyarakat menembus 86 persen. “Kita targetkan kemarin, minimal sama dengan pada saat pileg dan pilpres tahun 2019. Tapi nyatanya, tidak sesuai ekpektasi,”ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (16/12/2020).

Menurunnya angka partisipasi, kata Agus disebabkan karena jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Palu tahun 2020 mengalami penambahan. Jumlah pemilih dalam DPT tahun ini jelasnya meningkat drastis dari DPT tahun 2019, yaitu dari 213 ribu lebih menjadi 250.635. Dengan begitu angka total pembaginya juga menjadi besar.

Dia juga menambahkan, KPU Palu sudah cukup maksimal melakukan sosialisasi tahapan Pilkada, di antaranya mengaktifkan relawan demokrasi, mobil pintar, pengumuman di masjid serta di media. Untuk pelayanan, juga sudah dilakukan secara maksimal pada saat Voting Day, misalnya melakukan pemberlakukan khusus kepada pemilih dengan status medis karantina karena Covid-19 serta berupaya mendekatkan pemilih dengan TPS.

Kemungkinan lain turunnya partisipasi pemilih, kata Agus karena pelaksanaan Pilkada kali ini di masa pandemi Covid-19. “Di masa pandemi ini, tidak bisa kita pungkiri bahwa masih banyak warga yang ragu untuk datang ke TPS karena Covid-19,” katanya. WAN


BERITA TERKAIT