Jepang Minati Ikan Nila, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Minta Pengusaha Berorientasi Ekspor
SULTENGRAYA.COM | 06/07/2021 15:23
Jepang Minati Ikan Nila, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Minta Pengusaha Berorientasi Ekspor
Ilustrasi ikan-ikanan. Pixabay.com

SULTENG RAYA – Komoditi ikan nila Sulawesi Tengah diminati Negeri Sakura, Jepang. Para pengusaha ikan air tawar di Sulteng didorong untuk berorientasi kepada ekspor.

“Karena perusahaan Jepang melalui PT Arumia itu sudah memungkinkan juga menerima. Itu peluang untuk budidaya air tawar, sangat memungkinkan menggunakan kolam terpal langsung di tanah, atau bioflok semua potensial,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah, Moh Arif Latjuba kepada Sulteng Raya, Senin (5/7/2021).

Namun demikian, syarat utama untuk melakukan ekspor skala kecil itu harus melakukan penyesuaian. Para pelaku usaha diminta untuk menyelesaikan dahulu permasalahan di lapangan terkait kesesuaian penerbangan ke Jepang.

“Jangankan itu, nila juga bisa di ekspor, cuma connecting flight, mungkin tak pakai kontainer, cuma ratusan kilogram,” tuturnya.

Selama ini, kata dia, pemerintah selalu menghadirkan program-program percontohan ditengah masyarakat, untuk menggugah masyarakat melakukan budidaya ikan air tawar seperti ikan nila, lele, dan lainnya. Hal itu dobuktikan dengan terus mengalirnya bantuan-bantuan pemerintah untuk percontohan di titik-titik yang dianggap dapat menarik minat masyarakat untuk mengadopsi metode budidaya yang telah lama diterapkan DKP.

Ia mencontohkan seperti metode-metode budidaya seperti bioflok sudah ada di Polairud, sejumlah organisasi kemasyarakatan, dan spotspot huntara di Kota Palu.

“DKP terus memberikan percontohan-percontohan di beberapa titik yang bisa menjadi tempat masyarakat untuk beredukasi. Dimana kita plot?, tentunya, yang bisa gampang menggiring masyarakat untuk dapat melihat. Kita bekerja sama dengan Polairud, bahkan ada beberapa aparat yang akan memasuki masa pensiun, kita siapkan. Karena mereka mengharapkan ada percontohan-percontohan di setiap mereka punya induk di masrkas-markas, dan kita sudah batu di beberapa tempat. Mendatangkan beberapa pelatih,” tuturnya.

“Kemudian tempat, tempat yang bisa di jangkau, misalnya di organisasi-organisasi kemasyarakat. Kami sudah mensupport pihak Ansor melaksanakan kegiatan percontohan, di huntara juga sudah kita coba, budidaya bioflok dan beberapa titik-titik yang lain. Tentunya tidak semuanya terjangkau, tinggal masyarakat melihat percontohan-percontohan itu. Kami sudah memfasilitasi dan memberikan gambaran bahwa permintaan ikan nila, lele sangat besar di kuliner yang ada di Kota Palu,” ujarnya menambahkan.

Kadis mengakui, dalam pelaksanaannya tidak bakal semua dapat di jangkau oleh pemerintah. Namun yang terpenting adalah upaya memfasilitasi tetap ada agar masyarakat punya roll model pengembangan budidaya air tawar.

“Tugas kita memberikan edukasi dan percontohan di masyarakat, kami tidak punya pembiayaan lebih untuk memberikan satu-satu kelompok, tapi tidak menutup kemungkinan kita melihat organisasi-organisasi strategis itu bisa di kembangkan,” tutupnya.

sultengraya.com


BERITA TERKAIT