Stabilisasi Harga, Bulog Sulteng Serap 40 Ton Telur Domestik
SULTENGRAYA.COM | 09/08/2021 15:09
Stabilisasi Harga, Bulog Sulteng Serap 40 Ton Telur Domestik
Pedagang menata telur ayam di Pasar Jatinegara, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2021. Harga tersebut lebih rendah dari yang dipatok pemerintah melalui Permendag Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen, yakni Rp19 ribu-Rp21 ribu. TEMPO/Tony Hartawan

SULTENG RAYA – Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah terus menjalankan gerakan stabilisasi harga lintas komoditi. Saat ini, Bulog juga telah menggarap pasar komoditi telur domestik yang diserap dari peternak-peternak lokal.

Pimpinan Wilayah (Pinwil) Bulog Kanwil Sulteng, Basirun mengatakan, selain untuk keperluan pengembangan bisnis perusahaan, penyerapan telur peternak domestik diyakini akan menekan harga telur yang pada momentum tertentu mengalami lonjakan harga.

“Ini yang kita serap, kemudian akan mengisi e-waroeng untuk keperluan BPNT, di RPK juga yang tersebar sebagian kabupaten di Sulteng agar masyarakat itu dalam menjangkaunya tidak perlu ke pasar, agar stok di pasar lebih terjaga beserta harganya,” katanya kepada Sulteng Raya, Jumat (6/8/2021).

Sejak Bulog menggarap pasar telur, harga di sejumlah daerah diklaim sangat stabil sehingga menekan angka inflasi di Kota Palu berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang di hitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Itu sudah terlihat efeknya, Kota Palu malah Juli kemarin mengalami deflasi. Kami yakin kestabilan harga komoditi menjadi salah satu andil dari deflasi tersebut,”tutur Basirun.

Bersamaan dengan itu juga, Bulog Sulteng telah menjalankan misi yang sama pada komoditi ayam beku yang diserap dari peternak.

“Kita juga telah melakukan penyerapan  pada  komoditi ayam yang dikonversi menjadi ayam beku yang terjamin kualitasnya, itu stok dari Kabupaten Sigi yang sama juga telah disebarkan di gerai-gerai kami,” tuturnya.

sultengraya.com


BERITA TERKAIT