Terduga Teroris Ditangkap di Godean Sleman, Pemilik Warung: Ngomongnya Seperti Ustadz
KRJOGJA.COM | 12/12/2018 19:40
Terduga Teroris Ditangkap di Godean Sleman, Pemilik Warung: Ngomongnya Seperti Ustadz
Lokasi warung tempat penangkapan terduga teroris AA. (Foto: Harminanto)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Parti, pemilik warung tempat penangkapan AA alias Ibrahim karyawan Kebab Turki yang berkantor di Krapyak RT 06 RW 18 Sidoarum Godean Sleman, Selasa (11/12/2018) mengaku cukup kaget atas kejadian tersebut. Ia tak menyangka AA yang hampir setiap hari makan di warungnya diamankan polisi karena diduga terlibat dalam jaringan terorisme. 

Kepada wartawan Rabu (12/12/2018) Parti menceritakan kronologi penangkapan AA yang saat itu sedang mengambil lauk makan siang. Saat itu menurut dia penangkapan dilakukan tiga orang polisi bermasker sekitar pukul 14.00 WIB.  

BACA JUGA: Karyawan Kebab Turki di Sidoarum Ditangkap, Terkait Kelompok Teroris?

“Jalan di pertigaan ditutup dua mobil, kalau hanya 50 orang saja ada itu polisinya. Tapi yang menangkap ada tiga, pakai penutup wajah itu, hidung sama mulutnya tertutup,” ungkapnya pada wartawan. 

Saat menangkap, tiga polisi yang diketahui berpakaian tanpa seragam tersebut sempat menanyai AA sebelum dibawa ke kantor polisi. “Mereka tanya, kamu Ibrahim bukan, dijawab iya lalu digeledah dan dibawa,” sambungnya. 

Parti mengaku cukup mengenal AA lantaran hampir setiap hari membeli makanan di warungnya. Dari Parti pula diketahui sosok AA yang kerap membicarakan terkait agama dan dan kaidah Islam saat sedang makan di warung. 

“Kalau bayar sebulan sekali tanggal 7 waktunya gajian. Kalau di sini makan ngomongnya seperti ustad ya kaidah, hadist ya ngomong sama saya, ya saya iya-iyakan saja,” tandasnya. 

BACA JUGA: Radikalisme dan Teroris Tantangan Utama Indonesia

Parti juga mengungkap ia sempat diminta polisi untuk tidak memberikan cerita apapun terkait penangkapan pada wartawan. Namun demikian ia akhirnya bersedia bercerita karena merasa harus mengungkap kejadian di warungnya tersebut. 

“Kemarin polisi bilang suruh diam kalau ada wartawan, tapi ya harus cerita sepertinya karena kejadiannya di warung saya. Kemarin kata pak polisi ada barang yang disita juga tas paketan tulisannya lintah papua begitu,” imbuhnya. (Fxh)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT