PDIP Sukses Merahkan Sleman
KRJOGJA.COM | 09/05/2019 14:49
PDIP Sukses Merahkan Sleman

SLEMAN, KRJOGJA.com - PDI Perjuangan (PDIP) memimpin dalam perolehan suara partai politik di Tingkat Kabupaten Sleman. Berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan, PDI Perjuangan mendapatkan 185.536 suara. Posisi kedua diraih PAN (91.837 suara) dan ketiga partai Gerindra (69.501 suara).

Sedangkan partai baru seperti Perindo memperoleh 5.227 suara, Partai Solidaritas Indonesia meraih 14.600 suara. Partai Berkarya 7.313 suara dan partai Garuda hanya memperoleh 2.007. Sementara suara paling sedikit diraih PKPI yang hanya mendapatkan 620 suara saja. PDI Perjuangan sendiri meraih suara paling banyak di Kecamatan Depok yakni 26.249 suara.

Baca juga: Pertamina Tambah 10.000 Tabung Elpiji

Pada proses rekapitulasi sendiri, setelah dua kali perpanjangan waktu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman akhirnya menyelesaikan rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara Pemilu 2019, Selasa (7/5). Data dari Kecamatan Depok menjadi terakhir yang diterima, karena baru sampai ke kabupaten Selasa siang.

Proses rekapitulasi di Kecamatan Depok menurut Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi sudah selesai sejak Senin (6/5) malam. Hanya saja baru diserahkan siang harinya karena proses penyelesaian administrasi juga membutuhkan waktu cukup lama.

"Proses administrasi disini seperti tanda tangan saksi dan yang lain. Mereka juga harus mendapatkan cap basah, sehingga membutuhkan waktu tersendiri. Kalau proses rekapitulasinya sendiri sudah selesai kemarin (Senin-red)," ujarnya.

KPU sendiri terus berkomunikasi dengan PPK Kecamatan Depok agar secepatnya mengirimkan formulir DA-1 dan kelengkapan yang lain. Pasalnya hari ini (kemarin-red) harus sudah selesai dan selanjutnya dikirim ke KPU DIY untuk rekapitulasi tingkat provinsi.

Ketika disinggung apakah setelah selesai dapat langsung ditetapkan daftar calon anggota legislatif yang lolos dan yang tidak diungkapkan Trapsi, jika itu kewenangannya ada di pusat. KPU kabupaten/kota hanya menetapkan tingkatnya saja untuk selanjutnya dikirim ke provinsi dan seterusnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman Karim Mustofa menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan proses rekapitulasi di kabupaten ini tidak bisa selesai sesuai yang disepakati semula. Namun sebagian besar karena 'human error'. "Banyak kesalahan petugas dalam proses input data, sehingga rekapitulasi membutuhkan waktu lebih lama," ujarnya. (Awh/Adk)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT