Begini Modus Satu Keluarga di Jateng Terlibat Pencucian Uang Narkoba
KRJOGJA.COM | 19/02/2020 09:30
Begini Modus Satu Keluarga di Jateng Terlibat Pencucian Uang Narkoba
Brigjen Benny (tengah) menunjukkan barang bukti uang disaksikan para tersangka.(Foto: Sukaryono KR Jogja)

SEMARANG, KRJOGJA.com – BNN Jawa Tengah menangkap tiga anggota keluarga dari napi narkoba Muzaidin 43 tahun yang kini menghuni LP Kedungpane, Semarang.

Tiga anggota keluarga Muzaidin yang ditangkap itu terdiri atas adik perempuan, adik ipar dan anak kandungya. Keempatnya dianggap membantu terlibat menyembunyikan uang hasil penjualan narkoba.

“Kasus pencucian uang hasil penjualan narkoba melibatkan satu keluarga dan mereka harus ditahan memang cukup memprihatinkan. Tetapi, harus bagaimana. Kita tetap harus bertindak tegas”, ungkap Kepala BNNP Jateng Brigjen Benny Gunawan pada gelar kasus, Selasa 18 Februari 2020 di kantor BNNP Jateng, jalan Madukoro, Semarang.

Benny menjelaskan ketiganya punya peranan dalam tindak pidana pencucian uang hasil penjualan narkoba melibatkan Muzaidin(43), yakni adik perempuan Ny AM(30)serta suaminya MH(29) warga Ngabul Tahunan Jepara.

Selain itu anak lelaki Muzaidin berisinial MDM(23). Tersangka terakhir berstatus mahasiswa sebagai operator keuangan dan penampung uang ditangkap di rumah kos kawasan Condong Catur Sleman.

Selain keempat tersangka, juga disita diantaranya ratusan juta uang tunai, mobil, beberapa unit motor,jam tangan mahal, ponsel, buku tabungan, semua senilai Rp 1.030.080.730.

Brigjen Benny menjelaskan Muzaidin yang dikenal bandar narkoba dalam menyembunyikan uang hasil penjualan barang haram ini memang cukup lihai.

Bahkan, terpidana 15 tahun, meski dipenjara sejak tahun 2016, tapi tetap mengendalikan peredaran narkoba di luar LP. Uang hasil penjualan dikelola oleh adik perempuan dan anaknya yang tinggal di Sleman. Uang hasil penjualan narkoba ditabung di beberapa bank dan koperasi unit desa Jepara.

“Khusus penyimpanan jangka panjang di Koperasi Unit Desa Jepara mencapai Rp 478 juta. Selain itu dibelikan barang berharga mobil,beberapa unit mobil, jam tangan,” ungkap Kepala BNN Jateng.

Menurut Kepala BNNP kasus tindak pidana pencucian uang nelibatkan napi Muzaudin itu semula tersimpan rapi. Namun, kedok itu terbongkar belakangan setelah dua orang kaki tangan napi itu tertangkap sebagai pengedar narkoba oleh BNNP Jateng. Keduanya Sub dan Ng asal Jepara. Sub dan Ng ditangkap setahun lalu disertai barang bukti 250 gram sabu dan tidak kurang 200 butir ekstasi .

Mereka atas keterlibatan mencuci uang dijerat pasal 10 subsider ayat (5) jo pasal 10 UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan atau pasal 137 huruf a.b UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Kasus ini masih terus dikembangkan.(Cry)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT