Daripada ke Bandara YIA, Maskapai Ini Pilih Pindahkan Penerbangan dari Adi Sutjipto ke Solo
KRJOGJA.COM | 19/02/2020 09:40
Daripada ke Bandara YIA, Maskapai Ini Pilih Pindahkan Penerbangan dari Adi Sutjipto ke Solo
Bandara YIA bakal meningkatkan jumlah penumpang ke Yogyakarta dan membuka rute-rute baru. Selain itu, bisa mendorong peningkatan wisatawan ke Yogyakarta. Dok. Kemenparekraf

SOLO, KRJOGJA.com – Pemindahan operasional penerbangan dari Bandara Adi Sucipto ke Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo mulai diantisipasi sejumlah maskapai.

salah satunya adalah maskapai penerbangan Xpress Air yang memilih memindahkan penerbangan dari Yogyakarta ke Solo. Sejumlah penerbangan dari Yogya ke beberapa kota di luar Jawa akan dipindah ke Bandara Adi Soemarmo.

Sales Marketing dan Corporate Xpress Air, Irfan Setiawan mengatakan pemindahan rute penerbangan didasarkan potensi Bandara Adi Soemarmo yang dinilai cukup besar dengan akses jalan relatif memadai, diantaranya jalan tol serta kereta bandara.

“Daripada ditinggalkan penumpang, lebih baik merintis rute baru, secara bertahap penerbangan Yogyakarta – Banjarmasin dan Yogyakarta – Lampung, juga dipindahkan ke Solo,” ujarnya usai audiensi dengan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo di balaikota, Selasa (18/02/2020).

Menjawab pertanyaan soal ‘load factor’ penerbangan dari Yogyakarta ke beberapa kota di luar Jawa, Irfan menyebut rata-rata sekitar 70 – 80 persen. Faktor muat penumpang tersebut diproyeksikan relatif tetap ketika rute penerbangan dipindahkan ke Solo.

Bahkan ia optimistis dalam waktu tak begitu lama angkanya akan naik menjadi 80 – 90 persen. “Penerbangan ini menggunakan pesawat jenis Boeing 737 seri 300 dan seri 500 dengan kapasitas penumpang 123 hingga 149 seat, serta fasilitasi free bagasi hingga 20 kilogram,” ujarnya.

Selain ke Solo, pemindahkan penerbangan juga dilakukan dari dari Yogyakarta ke Semarang. Terkait pemindahan bandara dari Adi Sucipto ke YIA, menurutnya akan terjadi perpecahan konsentrasi penumpang dari Yogyakarta ke Solo dan Semarang, karena itu pihaknya mengantisipasi dengan membuka rute penerbangan dari Solo dan Semarang tujuan ke sejumlah kota di luar Jawa.

Pada tahap awal, jadwal penerbangan dilayani tiga hingga empat kali dalam satu minggu dengan perhitungan ‘load factor’ masih berada pada kisaran 70-80 persen. Jika ‘load factor’ menaik menjadi 80 – 90 persen, dipastikan jadwal penerbangan dilayani setiap hari.

“Kita lihat perkembangan pada awal-awal operasional nanti, sebab reservasi baru dapat dilakukan sekitar awal Maret nanti,” ujarnya. (Hut)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT