Penanganan Virus Corona di Bandara Adisutjipto Bikin Bingung Penumpang: Ini Beneran atau Simulasi?
KRJOGJA.COM | 21/02/2020 08:00
Penanganan Virus Corona di Bandara Adisutjipto Bikin Bingung Penumpang:  Ini Beneran atau Simulasi?
Simulasi penanganan virus korona di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. (Foto: Atiek WH)

KRJOGJA, SLEMAN - Penumpang dari Malaysia yang menggunakan pesawat Emprit Air dengan nomor penerbangan 55ND terpaksa diamankan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) ketika mendarat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Kamis 20 Februari 2020).

Pasalnya, saat melewati ‘thermal scanner’, sang penumpang terdeteksi memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat celsius.

Saat pemeriksaan, pria tersebut menggunakan masker dan terus batuk-batuk. Selanjutnya, petugas memeriksa suhu tubuh menggunakan ‘thermometer infrared’ dan hasilnya tetap tinggi. Petugas memutuskan membawa pria tersebut ke ruang KKP.

Ketegangan terjadi ketika pria itu dibawa petugas ke ruang KKP. Karena kebetulan saat mendarat dia tidak sendirian. Melainkan bersama dengan sejumlah teman yang lain. “Terus ini bagaimana? Kita ini rombongan dan harus segera naik kereta,” ujar penumpang yang lain.

Petugas KKP bersama keamanan bandara langsung memberikan pengertian terkait kejadian tersebut. Namun tetap saja, protes tidak bisa dihindari.

Di dalam ruang kesehatan itu, dilakukan penyelidikan terhadap penumpang tersebut. Dari proses tersebut diketahui, jika yang bersangkutan sepekan yang lalu ada Wuhan Cina.

Dari situ, pemeriksaan intensif terus dilakukan. Dan diputuskan untuk segera di bawa ke RS untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sebelum dibawa ke RS, datang dua petugas yang mengenakan ‘hazmat suit’ atau pakaian anti virus yang membawa tabung disinfektan di punggungnya. Petugas tersebut lalu menyemprotkan kepada penumpang yang dicurigai terkena virus korona. Selanjutnya petugas membawa ke RS menggunakan ambulance.

Hal tersebut muncul dalam simulasi penanganan virus korona di pintu kedatangan Terminal B Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Kegiatan tersebut cukup menarik perhatian calon penumpang.
Bahkan, beberapa dari mereka yang memilih lari saat hendak menuju pesawat. “Ini beneran atau simulasi?” ungkap salah satu calon penumpang.

‘Airport Operation and Service Senior Manager’ PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adisutjipto Yogyakarta Riyaman mengatakan, simulasi ini untuk melaksanakan Peraturan Dirjen Perhubungan Udara tentang petunjuk dan tata cara peraturan keselamatan penerbangan sipil. Ini juga sebagai bentuk kesiapan Bandara Adisutjipto terkait virus korona.

“Seandainya ada penumpang yang dicurigai terkena korona, kami sudah mempersiapkan sarana prasarananya. Sampai sekarang semua menumpang internasional yang mendarat di Bandara Adisutjipto juga masih tetap melalui pemeriksaan,” ungkapnya.(Atiek Widyastuti H)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT