Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 120 Ribu
KRJOGJA.COM | 16/03/2021 21:08
Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 120 Ribu
Pedagang menata cabai rawit merah di kiosnya di Pasar PSPT Tebet, Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. TEMPO/Tony Hartawan

YOGYA, KRJOGJA.com – Harga komoditas cabai, terutama cabai rawit merah semakin melambung yang kini menembus Rp 120 ribu/Kg di DIY memasuki pekan ketiga Maret 2021. Mahalnya harga cabai rawit merah dipengaruhi faktor cuaca ekstrem sehingga secara kualitas maupun kuantitas tidak optimal.

“Komoditi bahan pangan yang mengalami lonjakan harga adalah cabai rawit merah mencapai Rp 120.000/Kg di beberapa pasar tradisional di Yogyakarta. Lonjakan harga cabai ini memang disebabkan faktor cuaca ekstrem sehingga cabai mengalami kerusakan walaupun di beberapa tempat mengalami panen dengan hasil kurang optimal,” tutur Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto kepada KRJogja.com di Yogyakarta, Senin (15/3/2021).

Yanto menjelaskan menyikapi melambungnya harga cabai rawit merah tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang juga masih kesulitan dalam pengadaan dari luar provinsi. Sebab kondisi komoditas cabai sendiri tidak tahan lama dan apabila didatangkan dari luar provinsi akan banyak mengalami kerugian dari sisi angkutan.

“Kesulitannya mendatangkan pasokan cabai dari luar provinsi adalah rentan busuk, apalagi selama perjalanan makin banyak busuk. Contohnya tahun lalu, mendatangkan dari Sulawesi sebanyak 2 ton yang mengalami kebusukan mencapai 600 Kg,” tandasnya.

Meskipun mahal harganya, Yanto menegaskan ketersediaan komoditas cabai sendiri masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY.

Disperindag DIY menghimbau untuk sementara waktu konsumen untuk mengurangi konsumsi cabai khususnya cabai segar atau beralih menggunakan cabai bubuk/kering atau pasta. 

“Selain cabai rawit merah, kenaikan harga dialami cabai merah keriting dari Rp 42 ribu menjadi Rp 48.700/Kg dan cabai merah besar dari Rp 37.300 menjadi Rp 40 ribu/Kg. Komoditi lainnya yang juga naik terjadi pada bawang merah dari Rp 30.700 menjadi Rp 31.300/Kg dan daging ayam broiler dari Rp 33.300 menjadi Rp 34.700/Kg yang masih di bawah harga acuan sebesar Rp 35 ribu/Kg,” terangnya.

Sementara itu, Yanto menambahkan komoditi yang mengalami tekanan harga terjadi pada telur ayam dari Rp 22.300 menjadi Rp 21.700/Kg yang harga masih di bawah HET sebesar Rp 24 ribu/Kg dan cabai rawit hijau dari Rp 55.300 menjadi Rp 53.700/Kg. Sedangkan harga dan stok komoditas lainnya cukup stabil seperti beras, gula pasir, terigu, daging sapi, minyak goreng dan lain-lain.

krjogja.com


BERITA TERKAIT