Tak Patuhi Pola Tanam, Petani Terancam Gagal Panen
KRJOGJA.COM | 28/04/2021 15:14
Tak Patuhi Pola Tanam, Petani Terancam Gagal Panen
Petani Sekitar Migas Sukowati Terancam Gagal Panen

BANTUL, KRJOGJA.com – Memasuki musim kemarau yang sudah beberapa hari tidak turun hujan, beberapa wilayah di Kabupaten Bantul, seperti sebagian Kapanewon Piyungan, Dlingo, Pandak selatan, Sedayu selatan dan beberapa tempat lainnya debit air irigasinya sudah mulai menyusut.

Menurut Kabid Tanaman Pangan, Holtikultura dan. Palawija, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Imawan Eko Handriyanto SP ,Rabu (28/4), dengan memasuki awal musim kemarau ini, petani dianjurkan untuk menanam jenis tanaman palawija. Seperti jagung, kedele, kacang tanah dan jenis tanaman lainnya yang cocok di Bantul.

Menanam jenis polowijo di musim kemarau juga mematuhi SK Bupati Bantul tentang pola tanam. Pola tanam di Bantul dalam satu tahun dibagi tiga, yakni untuk tanam Padi- Padi- Polowijo. Memasuki musim kemarau ini petani mulai memasuki pola tanam ketiga yakni jadwal menanam polowijo. Jadwal menanam polowijo tersebut, selain untuk menghemat penggunaan air irigasi juga untuk memutus siklus serangan hama, seperti wereng.

Imawan mengingatkan, jika petani di wilayah rawan kekeringan nekad menanam padi pada masa tanam ke tiga bisa terancam fuso atau gagal panen.”Karena saat tanaman padi sedang mengalami pertumbuhan dan membutuhkan air, bisa malah kekurangan air sehingga tanaman padi menjadi layu dan gagal panen,” papar Imawan.

Jumlah lahan pertanian di Bantul saat ini ada 14.929 hektare, dengan pengelolaan lahan melalui pola tanam yang sudah diatur pemerintah mampu mencukupi kebutuhan beras di Bantul. Bahkan sering mengalami surplus.

Sementara di beberapa wilayah rawan kekeringan , untuk mencukupi kebutuhan irigasi, petani membuat sumur pantek atau sumur ladang.

krjogja.com


BERITA TERKAIT