Foto NA Berdaster di Penjara Tersebar, Polisi Dikritik!
KRJOGJA.COM | 06/05/2021 01:20
Foto NA Berdaster di Penjara Tersebar, Polisi Dikritik!
ilustrasi penjara

YOGYA, KRJOGJA.com – Foto tersangka NA (25) pengirim sate sianida beracun, yang mengenakan daster kuning di sel tahanan Mapolsek Bantul viral di media sosial. Foto tersebut ternyata diambil oleh salah seorang anggota polisi pada Sabtu (1/5/2021) lalu, sehari setelah penangkapan NA.

Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Bantul Kompol B Ayom yang menyatakan foto tersebut dikirimkan kepada istri salah satu anggota yang lantas diunggah dalam status Whatsapp. Jogja Police Watch (JPW) menilai adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum polisi beserta istrinya.

“Pertama, karena anggota Polsek Bantul itu dengan sadar mengambil foto tersangka NA sebanyak dua kali tanpa hak meskipun alasannya bahwa tersangka NA berpakaian daster dan belum mendapatkan pakaian dari pihak keluarga tersangka NA. Kedua, secara sadar istri dari anggota Polsek Bantul tersebut menjadikan foto tersangka NA di dalam sel ke status whatsapp dan viral di media sosial. Padahal status whatsapp yang kita miliki dapat dilihat maupun dishare kepada dan oleh orang lain,” tandas Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, Rabu (5/5/2021).

JPW menilai, seharusnya polisi tetap memperhatikan hak orang yang ditahan sesuai yang diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri 8/2009).
Selain yang diatur pasal 57, pasal 58, pasal 59, pasal 60, pasal 61, pasap 62 dan pasal 63 pada Undang -undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Salah satu tujuan Perkapolri 8/2009 ini adalah untuk menjamin pemahaman prinsip dasar HAM oleh seluruh jajaran Polri agar dalam melaksanakan tugasnya senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip HAM. Pada pasal 22 ayat (3) Perkapolri 8/2009 yang mengatakan bahwa tahanan yang pada dasarnya telah dirampas kemerdekaannya harus tetap diperlakukan sebagai orang yang tidak bersalah sebelum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap atau inkracht,” sambung dia.

JPW mendorong Propam Polda DIY untuk melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik terhadap anggota Polsek Bantul beserta istrinya terkait foto tersangka NA yang berada di dalam sel tahanan dan sempat viral di media sosial. “Tidak cukup dengan pemanggilan dan teguran terhadap anggota Polsek Bantul tersebut namun ada sanksi tegas yang diterapkan,” tandas dia.

krjogja.com

 


BERITA TERKAIT